DKI Siapkan 4 Desain Trotoar, Tak Ada Tipe untuk PKL Jualan

DKI Siapkan 4 Desain Trotoar, Tak Ada Tipe untuk PKL Jualan

Dwi Andayani - detikNews
Senin, 21 Okt 2019 21:39 WIB
Ilustrasi proyek pelebaran trotoar (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Ilustrasi proyek pelebaran trotoar (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta - Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga menyiapkan empat desain penataan trotoar di Jakarta. Desain trotoar ini akan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah.

"Ada tempat tipe penataan trotoar, (luasnya) tergantung karakteristik wilayah masing-masing," ujar Kepala Dinas Bina Marga Hari Nugroho di gedung Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (21/10/2019).

Hari mengatakan saat ini pembangunan trotoar akan dilakukan dalam skala prioritas. Trotoar ini nantinya akan dibangun di lima wilayah DKI Jakarta.


"Ini yang akan kita skala prioritaskan untuk pembangunan trotoar di lima wilayah DKI Jakarta," tuturnya.

Dia menyebut, dalam perencanaan pembangunan trotoar sejak 2016, baru 16 persen yang dibangun. Menurutnya, hal ini terkendala Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Empat desain trotoar yang disiapkan untuk revitalisasi di Jakarta Empat desain trotoar yang disiapkan untuk revitalisasi di Jakarta (Foto: Dok. Pemprov DKI)

"Kalau ditanya dari 2016 sampai sekarang trotoar yang baru dibangun ya baru 16 persen, yang kita bangun sampai saat ini. Kurang 20 persen, karena apa mengingat APBD kita. Kalau APBD DKI tahun 2020, kita dapat bangun 103 dari 2019 yang hanya 67," tuturnya.




Disebutkan beberapa hal yang diperhatikan dalam pembangunan trotoar ini adalah karakteristik pergerakan pejalan kaki, integrasi antarmoda transportasi, dan kondisi lingkungan sekitar. Juga fungsi jalan atau jenis pengguna dan penciptaan ruang interaksi.

Selain itu, pembangunan trotoar disebut memperhatikan skala prioritas meliputi kawasan sekitar terminal bus, stasiun kereta api (MRT, LRT, KRL), halte TransJakarta, kawasan komersial, dan perkantoran. Pembangunan trotoar juga ikut mempertimbangkan sebuah kawasan destinasi wisata dan kawasan permukiman menuju transportasi umum.


Standar desain trotoar ini terbagi menjadi empat tipe. Tipe pertama dengan ukuran 5,5 meter, terdiri dari pembatas jalan, jalur sepeda, dan pohon. Tipe kedua memiliki ukuran 3,5-5,5 meter dengan pembatas jalan dan jalur sepeda. Tipe ketiga ukuran 2-3,5 meter dengan pembatas jalan dan trotoar. Terakhir ukuran 1,5-2 meter dengan hanya memiliki trotoar.

Dari keempat tipe ini, belum ada yang mengakomodasi PKL untuk berdagang. Hari mengatakan Pemprov DKI masih mengkaji konsep PKL berdagang di trotoar.

"Untuk sementara ini masih dikaji sebenarnya ruang PKL yang akan diberikan seperti apa sih. Dalam Permenpu tidak dimungkinkan lebih dari 5 meter boleh dari PKL. Kalau yang kurang dari 5 meter, otomatis clear untuk pejalan kaki. Ini lagi digodok teman-teman Dinas UMKM dan wali kota. Yang penting sekarang kita bangun, kalau sudah clear selesai," ujarnya. (dwia/jbr)