detikNews
2019/10/21 21:31:54 WIB

Ada Sandi Khusus di Grup WA Kelompok Perencana Penggagalan Pelantikan

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Halaman 1 dari 1
Ada Sandi Khusus di Grup WA Kelompok Perencana Penggagalan Pelantikan Foto: Samsuduha Wildansyah/detikcom
Jakarta - Enam tersangka ditangkap atas dugaan upaya menggagalkan pelantikan presiden. Perencanaan itu diungkap dalam sebuah grup WhatsApp dengan sandi-sandi tersendiri.

"Ada sandi 'mirror' di WA. Jadi komunikasinya dengan sandi 'mirror' agar banyak orang tidak tahu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (21/10/2019).

Sandi 'mirror' yang dimaksud adalah dengan membalikkan huruf pada keyboard dengan huruf lain. Misalnya huruf 'Q' diganti dengan huruf 'P' dan seterusnya.

"Misalnya di keyboard dibagi dua. Jadi A ketemu L dan seterusnya," ungkap Argo.

Grup itu diinisiasi tersangka Samsul Huda. Grup tersebut beranggotakan 123 orang dengan 5 orang admin.



Dalam Kesempatan yang sama, Kanit IV Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Rovan Richard menyebut para tersangka sudah terbiasa berkomunikasi menggunakan sandi di grup itu. Sandi keyboard itu dikatakannya diciptakan oleh tersangka Samsul Huda.

"Kalau mereka sudah biasa (menggunakan sandi 'mirror') dan kalau ngetik cepat, sudah hafal," kata Rovan.

Selain itu, Rovan menyebut tersangka Samsul, yang kerap dipanggil ustaz di grup itu, kerap mencari anggota-anggota baru di sebuah pengajian-pengajian. Dia mencari orang-orang yang sepemikiran dengannya.

"Mereka dari grup-grup pengajian, ketemu, mencari orang-orang yang sepaham lalu dimasukin (ke dalam grup)," ungkap Rovan.

Grup itu berisi tentang hoax dan ajakan menggagalkan pelantikan presiden. Isu yang tertuang dalam grup itu antara lain komunis di Indonesia yang semakin berkembang dilihat dari aksi unjuk rasa yang diamankan oleh personel Polri dari China, tenaga-tenaga asing dari China mulai masuk ke Indonesia, dan isu tentang pemerintah dikuasai China.

Diketahui, polisi baru saja menangkap 6 orang terkait upaya menggagalkan pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Upaya menggagalkan pelantikan presiden ini dibahas secara khusus oleh para tersangka dalam sebuah grup WhatsApp.

Mereka berencana menggagalkan pelantikan presiden dengan cara menyiapkan katapel dan pelurunya. Peluru katapel itu salah satunya merupakan bom karet. Ada pula monyet-monyet yang rencananya akan dilepas di gedung DPR/MPR dan Istana Negara dengan tujuan membuat kekacauan.





(sam/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com