detikNews
Senin 21 Oktober 2019, 13:33 WIB

Cerita Ojol Makassar Belum Bisa Cari Nafkah Usai Tertabrak Mobil Polisi

Hermawan Mappiwali - detikNews
Cerita Ojol Makassar Belum Bisa Cari Nafkah Usai Tertabrak Mobil Polisi Irfan Rahmatullah (37), driver ojek online (ojol) yang tertabrak kendaraan taktis (taktis) polisi saat demo ricuh di Makassar, Sulsel, beberapa waktu lalu belum bisa bekerja/Foto: Hermawan M-detikcom
Makassar - Irfan Rahmatullah (37), driver ojek online (ojol) yang tertabrak kendaraan taktis (taktis) polisi saat demo ricuh di Makassar, Sulsel, beberapa waktu lalu belum bisa bekerja. Irfan masih harus istirahat usai operasi karena retak tulang.

Irfan mengatakan, hingga saat ini dia sama sekali belum dijenguk Kapolda Sulsel Irjen Mas Guntur Laupe. Padahal ia selalu mendapat informasi dari sejumlah anggota polisi, dirinya akan dijenguk kapolda.

"Iya sudah berapa kali (polisi datang), ada dari lantas bilang 'ijin saya lihat lokasi dulu, karena ada rencana Kapolda mau datang', tapi belum datang," kata Irfan saat ditemui wartawan di rumahnya, Jl Tidung VII, Makassar, Senin (21/10/2019).





Irfan juga mengaku ingin mempertanyakan kepada Kapolda soal status polisi penabrak dirinya serta hukuman disiplin yang diberikan. Termasuk bertanya soal nasib dirinya yang sementara waktu tidak bisa mencari nafkah untuk keluarga dalam waktu yang cukup panjang.

"Pertama, kita pertanyakan status yang pelaku, terus yang kedua vonisnya. Yang ketiga, saya kan 3-4 bulan tidak beraktivitas (tidak bisa mencari nafkah), bagaimana dengan keluarga saya, karena cuma itu saja penghasilan saya," ujar dia.

"Saya kan punya keluarga, ada anak-istri yang perlu dibiayai. Sedang saya kehilangan potensi pendapatan bisa Rp 8 juta (per bulan). Tapi ojol itu tidak menentu, kadang juga di bawahnya," sambung Irfan.

Irfan bercerita, saat demo ricuh di sepanjang Jl Urip Sumoharjo, Jumat (27/10) sekitar pukul 22.00 WITa, Irfan tertabrak kendaraan taktis tambora tepat di depan kantor Gubernur Sulsel, ruas jalan menuju flyover Makassar.




Setelah tertabrak, lanjut Irfan, ia sempat dibawa ke rumah sakit namun terpaksa kembali ke rumah beberapa jam setelahnya akibat khwatir faktor biaya. Irfan juga menyebut, pernyataan Irjen Mas Guntur Laupe sempat keliru karena mengatakan dia hanya luka ringan. Padahal retak tulang dan harus dioperasi.

"Mungkin Kapolda bilang tidak parah karena saya sudah pulang. Padahal saya pulang (karena) faktor biaya, dokter saat itu sudah pasti mau operasi, karena sudah dapat hasil ronggen. Dia mau ambil tindakan medis, saya bilang jangan dulu dok, saya berembuk dengan keluarga dulu, berapa biayanya," cerita Irfan.

Kini, ayah satu anak ini berharap Kapolda benar-benar datang menjenguknya karena sangat ingin mempertanyakan nasibnya.

"Kalau berobat saya sudah tuntas (ditanggung pemerintah kota). Tapi saya kehilangan pendapatan. Saya kan habis operasi, bisa jadi nanti ada operasi lanjutan untuk melepaskan penyambung tulang paha saya," katanya.




Tonton juga video Heboh Polantas Pengaman Jalur Jokowi Tendang Ojol di Bogor:

[Gambas:Video 20detik]



(fdn/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com