detikNews
2019/10/20 09:35:21 WIB

KPAI Minta Guru Jaga Saudara Kandung Siswa yang Bunuh Diri di Kupang

Jabbar Ramdhani - detikNews
Halaman 1 dari 2
KPAI Minta Guru Jaga Saudara Kandung Siswa yang Bunuh Diri di Kupang Komisioner KPAI Retno Listyarti (Foto: Bahtiar/detikcom)
Jakarta - Polisi menemukan catatan di dekat YS, siswa SMP di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang bunuh diri. Salah satu poin catatan curahan hati tersebut, YS merasa tertekan karena kerap diolok-olok terkait kasus terbunuhnya sang ibu yang dilakukan bapaknya.

Kasat Reskrim Polres Kupang Kota Iptu Bobby Mooynafi mengatakan polisi memastikan hal tersebut ke teman sekolah YS. Namun diduga YS mengalami perundungan (bully) karena bapaknya dipenjara.

"Untuk memastikan itu memang harus ditelusuri dulu di rekan-rekan sekolahnya, namun kalau ikut catatan dalam surat itu, sepertinya almarhum nyatakan bahwa terkadang dia diolok tentang keturunannya (mungkin karena ayahnya yang adalah napi) di lingkungan keluarga tempat dia (almarhum) tinggal," kata Bobby, Minggu (20/10/2019).


Terkait kasus ini, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan dukacita yang mendalam. Komisioner KPAI Retno Listyarti mengatakan diduga YS mendapatkan tekanan psikologis hingga akhirnya bunuh diri.

"Pertama, KPAI menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya ananda YSS yang bunuh diri karena masalah psikologis dan diduga juga mengalami bullying berupa diolok-olok (bullying) sebagai anak pembunuh dari teman-temannya. Mengingat masa lalu ananda sangat tragis karena memendam dendam kepada sang ayah yang sedang menjalani hukuman karena membunuh sang ibu," kata Retno saat dimintai konfirmasi terpisah.

Dia menyayangkan bullying terhadap YS tak ditangani hingga membuatnya depresi. Hal ini jadi ironis karena YS dikenal pintar dan berprestasi.




Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com