Mendikbud Pamitan: Jadi Menteri itu Sekolah, Gurunya Jokowi-JK

Farih Maulana Sidik - detikNews
Sabtu, 19 Okt 2019 16:39 WIB
Mendikbud Muhadjir Effendy (Foto: Farih Maulana Sidik/detikcom)


Kemudian, kata Muhadjir, Jokowi juga meminta percepatan penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP). Menurutnya, KIP saat sudah memiliki sistem yang baik, namun harus tetap disempurnakan.

"Tetapi secara sistem sudah bagus, tinggal melanjutkan, menyempurnakan. Termasuk distribusi harus tepat sasaran, ketepatan sasaran ini memang penting, karena di lapangan masih kita banyak jumpai orang yang layak menerima KIP tapi tidak mendapatkan," ucapnya.

"Misal kemaren kita ke Nduga itu kan banyak sekali anak-anak yang menurut saya jauh lebih berhak mendapatkan KIP daripada anak miskin yang ada di Jawa. Karena itu, saya minta ke direktur SD, saya suruh untuk mendata lagi untuk memperbanyak jumlah penerima KIP di Nduga dan Wamena. Terutama Nduga ya, terutama SD. Saya udah minta dipelajari, kemungkinan semuanya aja siswa SD di Nduga itu kalau bisa dapat KIP semua," sambungnya.

Selanjutnya,Muhadjir meminta untuk melanjutkan program revitalisasiSMK. Saat ini, kata dia, revitalisasiSMK sudah memiliki payung hukum, yaitu Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2016.


"Jadi kurikulum dan pola pembelajaran yang selama ini banyak ditentukan oleh pihak kementerian terutama kurikulumnya. Sekarang kita balik, yaitu kurikulum ditentukan pihak yang nanti akan jadi pengguna lulusan SMK, dan termasuk juga, dual-system yaitu belajar dan praktik di lapangan, praktek di dunia industri terutama," jelasnya.

Terakhir, kata Muhadjir, titik simpul dari semua masalah ialah zonasi. Menurut dia, semua masalah itu akan bisa diselesaikan dengan baik kalau kebijakan sistem zonasi itu bisa berjalan dengan baik.

"Sekarang kita menunggu perpresnya, semua kementerian sudah setuju. Tinggal tanda tangan Pak Presiden. Mudah-mudahan sebentar lagi akan turun, dan itu bisa jadi payung hukum. Dukungan dari banyak pihak sudah muncul dari KPAI, dari Ombudsman, rata-rata organisasi guru mendukung ini," pungkasnya.
(dhn/dhn)