'Hilal' dari Istana Belum Terlihat, Gerindra Sempat Mendua

Pasti Liberti Mappapa, Deden Gunawan, Ibad Durohman - detikNews
Sabtu, 19 Okt 2019 05:56 WIB
Prabowo Subianto di mimbar Gerindra (Adhi Wicaksono/CNN Indonesia)

Namun akhirnya, menurut Sandiaga kedua kubu itu akhirnya melebur jadi satu, mengikuti apa pun arahan Prabowo. "Setelah taklimat kemarin sudah tidak ada dua perbedaan, sudah tidak ada dua kubu lagi, sudah tidak ada dua pemikiran lagi. Hanya pemikirannya Pak Prabowo kemarin yang menjadi pegangan bagi semua kader Gerindra," ujar mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.

Secara terpisah Ketua DPP Partai Gerindra Habiburokhman membenarkan ada pertentangan tersebut. "Tepatnya dua pendapat besar. Bukan membentuk faksi, tidak. Karena kan pilihannya cuma dua, koalisi atau tidak koalisi," ujar Habib pada detikcom usai syukuran ulang tahun Prabowo di Jalan Kertanegara Nomor 4, Kamis (17/10/2019) malam.



Dua arus pemikiran yang berseberangan itu menurut Habib akhirnya bisa teratasi karena seluruh kader Partai Gerindra patuh pada pimpinan tertinggi partai, Prabowo Subianto. kita biasa beda pendapat. "Dalam isu lain kami juga sering beragam. Tapi setelah diputuskan kami patuh kepada pemimpin. Kami itu memegang prinsip tegak lurus satu komando" kata Habiburokhman.

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, mengatakan masih banyak kader-kader Partai Gerindra yang masih kritis pada Jokowi. "Artinya standing position mereka ini masih oposisi," kata Adi saat dihubungi detikcom, Kamis (17/10/2019).



Sisi lain, gerilya politik yang dilakukan Prabowo ke Jokowi dan sejumlah pimpinan partai politik koalisi pendukung pemerintah justru mengindikasikan sebaliknya. Hal itu, menurut Adi menunjukkan betapa seriusnya putra ekonom Soemitro Djojohadikoesoemo itu ingin merapat ke Jokowi.

"Kalau sejak awal Gerindra tegas mau oposisi ya mestinya mereka sudah declare dong seperti 2014 yang lalu. Dulu sehari setelah ditetapkan kalah dari Jokowi, Gerindra langsung declare ambil sikap oposisi," ujar Adi. "Nah sekarang kan terlihat beda posisinya, Prabowo sepertinya tidak mau jadi oposisi."