detikNews
Jumat 18 Oktober 2019, 20:47 WIB

Kasus Suap Bupati Indramayu, KPK Geledah 8 Lokasi

Ibnu Hariyanto - detikNews
Kasus Suap Bupati Indramayu, KPK Geledah 8 Lokasi Foto: Rachman Haryanto/detikcom
Jakarta - KPK melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi di terkait kasus dugaan suap proyek Dinas PUPR yang menjerat Bupati Indramayu Supendi. Penggeledahan dilakukan di Indramayu dan Cirebon.

"KPK melakukan penggeledahan dalam 2 hari ini di Indramayu dan Cirebon," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Jumat (18/10/2019)

Febri menjelaskan penggeledahan pada Kamis (17/10) dilakukan di 6 lokasi, yakni rumah Bupati Supendi, rumah Kadis PUPR Indramayu Omarsyah (OMS), rumah Kepala Bdang Jalan Dinas PUPR Wempy Triyono (WT), hingga rumah mantan Bupati Indramayu Irianto Mahfudz Sidik Syafiuddin. KPK mengamankan sejumlah dokumen Dinas PUPR dan uang senilai Rp 20 juta.





"Dari penggeledahan tersebut disita sejumlah dokumen proyek di Dinas PUPR dan uang Rp 20 juta dari rumah OMS (Omarsyah)," sebutnya.

Selain itu, Febri mengatakan KPK melakukan penggeledahan kembali pada Jumat (18/10) di kantor bupati dan kantor Dinas PUPR. Ia mengatakan hingga kini penggeledahan tersebut masih berlangsung.

Dalam Kasus ini, KPK menetapkan Bupati Indramayu, Jawa Barat, Supendi (SP) bersama Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Omarsyah (OMS) dan Kepala Bidang Jalan Dinas PUPR Wempy Triyono (WT) sebagai tersangka kasus suap terkait proyek di Dinas PUPR.

Supendi diduga menerima duit Rp 200 juta. Omarsyah diduga menerima total Rp 350 juta. Sedangkan WT diduga menerima Rp 560 juta selama 5 kali pada Agustus dan Oktober 2019.






Duit ini diterima Supendi dari Carsa AS (CAS), pihak swasta yang mengerjakan proyek di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu. Pemberian kepada Bupati Indramayu dan pejabat Dinas PUPR diduga bagian dari commitment fee 5-7 persen dari nilai proyek.

CAS diketahui mendapatkan 7 proyek pekerjaan di Dinas PUPR dengan nilai proyek Rp 15 miliar. Ketujuh proyek pembangunan jalan dikerjakan CV Agung Resik Pratama dan juga pinjam bendera ke perusahaan lain.


Simak juga video "Bupati Indramayu Jadi Tersangka, Diduga Terima Rp 200 Juta" :

[Gambas:Video 20detik]


(ibh/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com