Dishub DKI Masih Cari Cara Atasi Banyaknya Pemilik Mobil Tak Punya Garasi

Arief Ikhsanudin - detikNews
Jumat, 18 Okt 2019 18:42 WIB
Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo (Jefrie Nandy Satria/detikcom)
Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo (Jefrie Nandy Satria/detikcom)
Jakarta - Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengakui masih banyak pelanggar aturan kepemilikan garasi mobil. Pemilik mobil yang tidak memiliki garasi itu kerap memarkirkan mobil mereka di jalan perumahan.

"Iya betul ini (peraturan) belum jalan (maksimal), oleh sebab itu kita sosialisasikan. Beri pemahaman, akan diskusikan langkah ke depan dalam kontes penegakan hukumnya," ucap Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (18/10/2019).



Peraturan itu tertuang dalam Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2014 tentang Transportasi. Pada Pasal 140, orang ataupun badan usaha harus melampirkan bukti kepemilikan garasi saat membeli mobil. Surat bukti kepemilikan garasi juga menjadi syarat penerbitan surat tanda kendaraan bermotor.

"Ini (peraturan itu) yang sedang kita sosialisasikan," ucap Syafrin.



Saat ini, Pemprov sedang mengkaji masalah tersebut. Setelah itu, akan dilakukan kebijakan dan tindakan yang pas.

"(Dikaji) tiga, empat bulan ke depan. Karena ini kan hal baru. Setelah dikaji, kita lihat potensi apa, itu yang akan kita lakukan," kata Syafrin.



Syafrin pun akan berkomunikasi dengan dinas pajak untuk penegakan aturan tersebut. Sehingga, ada sanksi sendiri seperti STNK tidak bisa diperpanjang jika tidak memiliki garasi.

"Tentu (berkomunikasi) Dinas Pajak karena terkait begitu, beli kendaraan harus bayar pajak. RT/RW rajin sosialisasi sehingga yang membeli mobil itu yang punya garasi di rumahnya," ucap Syafrin.

"Itu (STNK tidak bisa diperpanjang) opsi yang kita kaji," ucap Syafrin.

Selain itu, Syafrin menyebut ada mobil yang diparkir di jalan perumahan hanya saat malam. Kondisi itu tidak bisa ditindak kalau tidak ada aduan dari masyarakat.

"Itu rutin, operasi derek, parkir liar, cabut pentil. Dan kendala adalah warga itu memanfaatkan jalan lingkungan pada malam hari. Kalau selama tidak ada laporan masyarakat ada parkir liar. Ini tidak berdampak pada masyarakat sekitar," kata Syafrin. (aik/knv)