detikNews
2019/10/18 18:33:49 WIB

RI Jadi Anggota Dewan HAM PBB, Jokowi Diharapkan Lebih Prioritaskan HAM

Yulida Medistiara - detikNews
Halaman 1 dari 2
RI Jadi Anggota Dewan HAM PBB, Jokowi Diharapkan Lebih Prioritaskan HAM Manajer Kampanye Amnesty Internasional Indonesia, Puri Kencana Putri. (Foto: Yulida/detikcom)
Jakarta - Indonesia terpilih menjadi anggota Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) periode 2020-2022 mewakili negara Asia-Pasifik. Amnesty Internasional Indonesia berharap status itu dimanfaatkan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin untuk memprioritaskan hak asasi manusia di masa kepemimpinannya.

"Ini posisi presisius yang kembali dimiliki Indonesia selama 5 kali. Sejak awal dimiliki Indonesia di tahun 2006. Ini posisi yang penting sebenarnya tidak cuma sekedar menempatkan gigi yang lebih tajam di dunia internasional, tapi juga semacam hal yang digunakan untuk mengingatkan parlemen dan pemerintahan terpilih Indonesia 2019-2024 agar lebih memprioritaskan hak asasi manusia," kata Manajer Kampanye Amnesty Internasional Indonesia, Puri Kencana Putri, di Gedung HDI Hive, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (18/10/2019).



Ia meminta pemerintah menuntaskan kasus HAM berat masa lalu yang sudah menjadi janji kampanyenya. Puri menuntut semua kasus HAM masa lalu dituntaskan, tidak hanya memproses kasus HAM tertentu misalnya kasus Wasior dan Wamena.

"Posisi ini juga sebenarnya mematahkan pernyataan yang dikeluarkan Bapak Pramono Anung bahwa HAM itu tidak terlalu penting di Indonesia. Ini artinya tidak cuma sebagai sifat yang istimewa tapi tanda kutip beban agar pemerintah memiliki satu atau rangkaian produk hukum yang pro hak asasi manusia, pro akuntabilitas, dan yang terpenting adalah pro korban dan keluarga korban," sambungnya.



Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com