detikNews
Jumat 18 Oktober 2019, 18:08 WIB

Eksekutor Ricuh Aksi Lempar 7 Bom Molotov ke Polisi di Demo 24 September

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Eksekutor Ricuh Aksi Lempar 7 Bom Molotov ke Polisi di Demo 24 September Foto: Samsuduha Wildansyah/detikcom
Jakarta - Polisi menyebut Abdul Basith cs mendompleng demo mahasiswa pada 24 September lalu untuk membuat kerusuhan dengan melemparkan bom molotov. Bahkan saat itu ada 7 bom molotov yang dilempar oleh eksekutor di tengah aksi ricuh.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menjelaskan, bom molotov itu dibuat oleh tersangka HLD dan JK di Jakarta Timur. Pada 23 September, HLD dan JK membuat bom itu.

"Dibuat 7 buah bom molotov," kata Kombes Argo kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (18/10/2019).

Setelah selesai membuat bom, tersangka HLD kemudian memfoto bom itu dan melaporkannya kepada Abdul Basith dan dr EF.

"Ini loh bomnya sudah selesai," kata Argo, menirukan bunyi laporan tersebut.


Ketujuh bom tersebut kemudian dibawa oleh eksekutor untuk digunakan di aksi 24 September.

"Tanggal 24 September ada demo kemudian bom molotov tadi digunakan di daerah Pejompongan. Demo sampai sore dan malamnya ada perusuh melempari petugas, merusak fasilitas umum itu jam 21.00 WIB di Pejompongan dekat flyover," jelasnya.

Ketujuh bom molotov itu dibagi 3. "Pertama 2 biji untuk tersangka ADR, 2 lagi untuk KSM ini dia masih DPO. Kemudian 3 bom molotov dipegang YD dan dilempar ke petugas dan satu untuk membakar ban," paparnya.

Total ada 7 orang jadi tersangka terkait pembuatan hingga pelemparan molotov ini. "Untuk kasus molotov Pasal 187 bes Pasal 121 KUHP dan 128 KUHP," tandasnya.



Simak juga video "Histeris di Pemakaman Akbar Alamsyah, Korban Demo Ricuh di DPR" :

[Gambas:Video 20detik]


(mea/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com