detikNews
Jumat 18 Oktober 2019, 17:39 WIB

Australia dan Indonesia Bahas Isu Keamanan Laut dan Pelabuhan

Angga Laraspati - detikNews
Australia dan Indonesia Bahas Isu Keamanan Laut dan Pelabuhan Foto: Dok. Kemenhub
Jakarta - Isu terkait keamanan laut dan pelabuhan menjadi topik pembahasan utama di sektor maritim pada pertemuan Australia-Indonesia Transport Security Forum 2019 yang dihelat di Canberra, Australia. Forum ini merupakan pertemuan antara Indonesia dengan Australia di bidang keamanan transportasi yang pertama kali diselenggarakan secara terpisah dengan Indonesia-Australia Transport Sector Forum, yang telah diselenggarakan bulan Februari lalu di Bali.

Bertindak selaku Chair dan Co-Chair pada pertemuan ini adalah Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan, Djoko Sasono dan Deputy Secretary Security and Resilience Australia, Ambasador Paul Grigson. Adapun sebagai Head of Delegation Indonesia adalah Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Ahmad. Forum ini sendiri membahas mengenai kerja sama di bidang keamanan transportasi, khususnya pada Bandar Udara Internasional dan Pelabuhan Internasional yang sudah lama terjalin antara kedua negara.

Pada pembukaan acara, Djoko menyampaikan bahwa kerjasama di bidang keamanan transportasi antara Indonesia dan Australia telah dimulai sejak tahun 2004 di bawah kerangka kerjasama Indonesia Transport Security Assistance Package (ITSAP), dan sejak saat itu Indonesia telah menerima dukungan dari Pemerintah Australia di bidang transportasi, khususnya transportasi laut dan transportasi udara.

"Pada kesempatan ini, ada beberapa agenda terkait kerja sama di sektor keamanan transportasi yang kita bahas, termasuk juga Plan of Action 2018/2019," ungkap Djoko dalam keterangan tertulis, Jumat (18/10/2019).


Beberapa agenda dibahas, antara lain finalisasi draft Momentum of Understanding (MoU) concerning Security Transportation Cooperation, yang akan menjadi payung hukum kerjasama di bidang keamanan transportasi antara Indonesia dan Australia. Selain itu, dibahas juga mengenai peningkatan keamanan maritim terkait dengan security screener accreditation, training, oversight, serta peningkatan capacity building untuk Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Perhubungan, yang bertugas di bidang keamanan bandara dan pelabuhan.

Sementara itu, Ketua Delegasi Indonesia, Direktur KPLP, Ahmad, menyampaikan tentang prioritas strategis terkait keamanan maritim, khususnya keamanan pelabuhan.

Ahmad menyampaikan, bahwa saat ini terdapat sejumlah 400 (empat ratus) fasilititas pelabuhan yang menerima kunjungan kapal internasional, serta 1.572 unit kapal berbendera Indonesia yang menerapkan dan tunduk terhadap ISPS Code.

"Adapun melakukan pengawasan kepatuhan mereka terhadap ISPS Code, kami memiliki sejumlah 265 orang Auditor ISPS yang tersebar di seluruh Indonesia," jelas Ahmad.

Ahmad juga menyatakan bahwa kendala yang dihadapi ada auditor yang kurang merata di tiap pelabuhan karena belum adanya standart pelatihan yang merata. Ini sangat berpengaruh terhadap hasil verifikasi dan tingkat kepatuhan dari kapal maupun fasilitas pelabuhan. Untuk itu Ahmad mengatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan penyeragaman pelatihan bekerjasama dengan Badan Pengembangan SDM Kementerian Perhubungan.

Hal kedua yang menjadi prioritas menurut Ahmad adalah penguatan regulasi keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan. Ahmad menyampaikan, pada Agustus 2019 Indonesia melalui Direktorat Perhubungan Laut bekerjasama dengan Home Affairs Australia untuk menyelenggarakan kegiatan Ports Security Deep Dive Regulatory Group Discussion di Bali dengan tujuan untuk mengkaji ulang regulasi tentang Manajemen Keamanan Kapal dan Fasilitas Pelabuhan.

Ahmad beranggapan, kegiatan Workshop tersebut sangat membantu dan bermanfaat bagi Indonesia dalah hal perbaikan pada regulasi keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan.

"Beberapa rekomendasi dalam laporan kegiatan tersebut sejatinya searah dengan program prioritas dan unggulan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, contohnya Information Management System (SIM KPLP) yang baru saja soft launching minggu yang lalu," terang Ahmad.

SIM KPLP ini, jelas Ahmad, menyediakan sarana bagi publik untuk mengetahui informasi tentang KPLP, sekaligus memiliki fungsi sebagai database untuk program kepatuhan atau verifikasi serta data bagi auditor ISPS.

Ahmad juga menyampaikan ada 6 (enam) pelabuhan yang akan dijadikan Pilot Project Peningkatan Keselamatan dan Keamanan Pelayaran, yaitu Pelabuhan Tanjung Pinang, Bau-Bau, Muara Angke, Tanjung Perak, Tulehu, dan Tarakan. Di Pelabuhan tersebut telah dilengkapi dengan peralatan keamanan yang canggih.


"Untuk meningkatkan pengamanan dari sisi perairan, kami juga menambah jumlah kapal patroli. Hingga saat ini, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah memiliki sejumlah 378 unit kapal patroli untuk melakukan pengamanan di sisi peruran di wilayah kerja pelabuhan dan perairan Indonesia," tambahnya.

Selain itu, Indonesia juga meningkatkan kemitraan dan menjalin kerjasama yang intensif dan erat dengan negara-negara lain dalam rangka peningkatan keamanan maritim. Salah satunya adalah kerjasama dengan Pemerintah Australia terkait dengan peningkatan Capacity Building seperti Pelatihan Auditor, Port Security Desktop Exercise, English Language Training, serta kegiatan lainnya.

"Selain dengan Australia, ada juga kerjasama dengan Amerika Serikat melalui U.S. Coast Guard untuk peningkatan Capacity Building serta Port Visit. Selain itu, kita juga bekerjasama dengan Inggris dan Jepang," ungkap Ahmad.

Adapun program kerjasama yang terbaru, adalah kegiatan Port Security Campaign yang rencananya akan diselenggarakan di Labuan Bajo, Indonesia bekerjasama dengan Home Affairs Australia.

"Kami berharap kegiatan Port Security Campaign yang pertama ini dapat berjalan dengan sukses dan bermanfaat sehingga dapat kita laksanakan secara berkesinambungan di lokasi pelabuhan yang lain," tutup Ahmad.


Simak juga video "Kapal Tol Laut yang Selalu Dirindukan Warga Miangas" :

[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com