Jokowi Bakal Tagih Perkembangan Kasus Novel Baswedan ke Kapolri

Jokowi Bakal Tagih Perkembangan Kasus Novel Baswedan ke Kapolri

Andhika Prasetia - detikNews
Jumat, 18 Okt 2019 11:44 WIB
Foto: Moeldoko (detikcom)
Foto: Moeldoko (detikcom)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan tenggat waktu 3 bulan kepada polisi untuk mengungkap pelaku teror penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Jokowi disebut akan meminta perkembangan pengusutan kasus ke Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

"Pasti nanti akan dilihat, ditanyakan perkembangannya," kata Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (18/10/2019).

Jokowi mengeluarkan pernyataan untuk memberikan tenggat waktu 3 bulan pada 19 Juli 2019. Namun Tim teknis kasus Novel mulai bekerja 1 Agustus dan akan berakhir waktu kerjanya pada 31 Oktober 2019.


"Kebiasaan yang dilakukan Pak Jokowi begitu, selalu mengecek perkembangan pekerjaan yang beliau perintahkan," kata Moeldoko.

Untuk mengungkap kasus tersebut, tim sudah mengecek ulang lokasi kejadian teror penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel. Tim teknis berupaya menemukan alat bukti untuk mengungkap pelaku teror.

Pada kasus ini, Polri mengklaim ada perkembangan penting dalam pengusutan kasus itu. Apa?



"Ada kemajuan nggak? Insyaallah ada, sangat signifikan. Doakan. Tim kami sedang bekerja yang terbaik," kata Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal di Hotel Cosmo Amarossa, Jalan Pangeran Antasari, Jakarta Selatan, Rabu (16/10).

Tetapi Polri enggan menjelaskan temuan signifikan yang dia maksud terkait kasus teror terhadap Novel. Alasannya, demi kepentingan penyidikan.

"Kenapa tidak pernah update? Ini tim teknis, cara kerjanya tertutup. Kalau kita bekerja, kita update, kabur dong (pelakunya). Ini beda sama tim pencari fakta. Ini kan tim surveilans," tutur Iqbal. (dkp/gbr)