Polisi Analisis Postingan Hanum Rais soal Penusukan Wiranto di Twitter

Polisi Analisis Postingan Hanum Rais soal Penusukan Wiranto di Twitter

Mei Amelia R - detikNews
Jumat, 18 Okt 2019 11:39 WIB
Foto: Hanum Rais (Usman Hadi/detikcom)
Foto: Hanum Rais (Usman Hadi/detikcom)
Jakarta - Polda Metro Jaya masih menyelidiki laporan masyarakat terkait cuitan Hanum Rais soal penusukan Menko Polhukam Wiranto. Polisi saat ini masih menganalisis bukti-bukti, termasuk postingan Hanum di akun Twitter-nya.

"Bukti-buktinya sedang kita analisis. Bukti-buktinya ya postingannya itu, ya semua sudah tahu lah isinya apa," kata Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Iwan Kurniawan saat dihubungi detikcom, Jumat (18/10/2019).

Iwan mengatakan, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Polisi akan memeriksa saksi-saksi untuk mendalami penyelidikan tersebut.

"Masih kita selidiki, kita akan mintai keterangan saksi-saksi nanti, termasuk pelapor," imbuh Iwan.

Setelah memeriksa saksi-saksi, polisi akan melakukan gelar perkara. Hanum Rais sebagai terlapor dalam laporan tersebut juga akan dimintai keterangan pada akhirnya nanti.

"Iya nanti kalau saksi-saksi sudah selesai, kemudian akan kita gelar baru nanti terlapor," jelasnya.







Sebelumnya, Hanum Rais dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Jalaludin karena cuitannya di akun Twitter @hanumrais. Hanum dituding menyebarkan ujaran kebencian dan berita bohong atau hoax soal penusukan Menko Polhukam Wiranto.

Selain Hanum, Jalaludin melaporkan akun Twitter musisi I Gede Ari Astina atau Jerinx @JRX_SID dan @fullmoonfolks Bhagavad Samabhada. Akun-akun media sosial itu dilaporkan dengan Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE. Laporan itu tertuang dengan nomor LP/6558/X/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus 11 Oktober 2019.

Ketua Cyber Indonesia Habib Muannas Alaidid, yang mendampingi laporan pelapor, menyebutkan akun-akun itu menyebarkan ujaran kebencian melalui cuitannya di akun Twitter.

"Akun-akun tersebut diduga menyebarkan ujaran kebencian dan berita bohong terkait peristiwa penusukan terhadap Menko Polhukam Bapak Wiranto di Pandeglang," ungkap Muannas, Jumat (11/10).

Hanum sendiri sudah buka suara soal laporan tersebut. Hanum mengatakan, dirinya menghargai laporan warga terhadapnya itu.

"Sudah diproses dan saya menghargai yang melaporkan. Saya juga ingin Anda juga menghargai bahwa saya sekarang harus, karena berada di Dewan, ya saya harus berbicara mengenai isu-isu kedewanan," kata Hanum kepada wartawan di kantor DPRD DIY, Jalan Malioboro Yogyakarta, Rabu (16/10).



(mei/fdn)