detikNews
Jumat 18 Oktober 2019, 10:05 WIB

Polisi: Perusakan SMK Izzata Aksi Spontan karena Dendam Teman Pelaku Tewas

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Polisi: Perusakan SMK Izzata Aksi Spontan karena Dendam Teman Pelaku Tewas Foto: Wilda Hayatun Nufus/detikcom
Jakarta - SMK Izzata Depok dirusak oleh sekelompok pelajar dari SMK BK. Polisi menyebut pelaku merusak sekolah secara spontan karena dendam setelah salah satu kawannya tewas dalam tawuran.

"Penyerangan sekolah itu muncul spontanitas sesaat setelah mengetahui bahwa setelah terjadi pembalasan, kemudian menimbulkan korban malam harinya meninggal dunia. Muncul kesetiakawanan dari mereka," jelas Kapolresta Depok AKBP Azis Andriansyah kepada wartawan di Depok, Kamis (17/10/2019) malam.

Perusakan terjadi pada Selasa (15/10) sekitar pukul 05.00 WIB. Kelompok pelaku berjumlah sekitar 25 orang mendatangi sekolah tersebut dan langsung menyerang SMK Izzata dengan lemparan batu.

Namun, dari hasil identifikasi, hanya ada 2 orang yang melakukan dan telah ditetapkan sebagai tersangka. Menurut Azis, kedua orang ini merupakan pentolan dari sekolahan pelaku.

"Itu saksi 25 orang, mereka tidak melakukan. Memang ada beberapa yang mencontoh seniornya. 25 (orang) ini tidak secara langsung melakukan, tapi kami akan terus melakukan investigasi secara lanjut.

Pelaku kerusakan 2 orang. Namun 'penggembira' juga banyak ya dan mereka dijadikan bersaksi, tapi tetap kita lakukan pembinaan dan juga kepada orang tuanya dan pihak sekolahnya dan akan kita lakukan pembinaan.," tuturnya.

"Mereka (pelaku senior) mencontohkan, pelaku langsung yang berbuat dan dia yang merusak. Yang lain hanya mengantarkan saja. Sementara yang terbukti hanya dua orang saja, yang lain karena anak-anak itu akan dilakukan proses secara lanjut," sambung Azis.
Azis menyebut, 25 orang junior dari sekolah pelaku hanya sebagai 'tim penggembira'. Polisi masih akan mendalami keterlibatan puluhan siswa 'tim penggembira' ini.

"Hukum pidana sedang kita perdalam ya, apakah dia terlibat langsung atau tidak, tapi yang jelas mereka tetap dilakukan pembinaan karena sebenarnya ada langsung di TKP pada saat peristiwa tersebut," imbuhnya.

Aksi perusakan sekolah bermula dari adanya tawuran antarpelajar SMK Izzata dan SMK BK pada Senin (14/10). Peristiwa pertama menimbulkan 1 orang siswa dari SMK Izzata mengalami luka bacok di bagian tangannya.

Setelah kejadian itu kemudian kelompok SMK BK melakukan aksi balas dendam hingga keduanya kembali terlibat tawuran. Pada kejadian ini, satu orang siswa SMK KB mengalami luka berat hingga meninggal dunia.

Hingga akhirnya pada Selasa (15/10), SMK Izzata diserang oleh para pelaku. Dalam kejadian ini tidak ada korban.

(mea/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com