detikNews
Jumat 18 Oktober 2019, 09:32 WIB

Tawuran Berujung Perusakan SMK Izzata Depok Bermula dari Janjian 2 Senior

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Tawuran Berujung Perusakan SMK Izzata Depok Bermula dari Janjian 2 Senior Foto: Polisi tunjukkan barang bukti tawuran (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Depok - Tawuran antarpelajar di Depok menimbulkan korban tewas hingga dan perusakan fasilitas di SMK Izzata Depok. Tawuran ini bermula dari janjian 2 senior dari masing-masing sekolah.

"Adapun awal mula kejadiannya adalah diawali dari pertemuan 2 orang teman. Namun 2 orang teman tersebut merupakan pentolan dari sekolah yang berbeda," kata Kapolresta Depok AKBP Azis Andriansyah kepada wartawan di Depok, Kamis (17/10/2019) malam.

Kedua orang itu menurut Azis adalah senior di SMK Izzata dan SMK KB. Sebagai senior yang dituakan, keduanya kemudian mengumpulkan junior-juniornya untuk janjian dan melakukan tawuran.

"Pada tanggal 14 Oktober mereka janjian bertemu dengan mengajak junior-juniornya, mereka bertemu. Pada saat pertemuan tersebut kemudian salah satu dari siswa tersebut membacok salah satu siswa yang lain. Diawali dari siswa SMK KB yang melukai siswa SMK IZ," kata Azis.

Kejadian pertama itu mengakibatkan satu orang siswa SMK Izzata terluka hingga jempolnya nyaris putus. Tak sampai di situ, tawuran berlanjut diikuti oleh sejumlah senior dari kedua sekolah tersebut.

"Jadi setelah pertemuan 2 sekolah tersebut bertemu, jadi setelah dua pentolan tersebut bertemu kemudian terjadi penganiayaan oleh 2 jagoan dari 2 SMK tersebut," tuturnya.

Tawuran berlanjut hingga sore hari di jalanan. Kejadian itu menimbulkan seorang siswa SMK KB dibacok hingga tewas, sementara seorang siswa Izzata terluka.

"Gantian dari SMK KB yang terluka berat dan meninggal malam harinya," lanjutnya.







Kejadian itu membuat kedua kelompok saling melakukan aksi balas dendam. Hingga selanjutnya pada Selasa (15/10), sekelompok pelajar dari SMK KB menyerang SMK Izzata hingga terjadi perusakan.

"Terjadi sekitar jam 5.00 pagi, ketika itu sekolah belum melaksanakan aktivitas. Beberapa anak dari SMK KB merusak fasilitas di SMK Izzata," sambungnya.

Polisi kemudian turun tangan dan menangkap 5 orang pelaku terkait tawuran tersebut. 3 Tersangka dari SMK KB dan 2 tersangka lainnya dari SMK Izzata.

Para tersangka dikenakan pasal berbeda sesuai dengan peran masing-masing, yakni penganiayaan yang menimbulkan pelajar luka bacok di tangan, kemudian peristiwa kedua menimbulkan korban tewas dan peristiwa perusakan.

"Hal demikian tidak bisa kita biarkan, karena nanti akan terus terjadi balas membalas. Untuk itu para pelaku, saya perintahkan kepada seluruh anggota untuk melakukan penegakan hukum secara tuntas dan sebisa mungkin bisa memberikan efek jera. Karena kita tidak ingin generasi muda ini menjadi generasi yang tidak beradab terus menerus, brutalitas ini berjalan dan saling balas membalas," tandasya.


(mea/mea)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com