Kode-kode di 'Telepon Tergantung' Jokowi Soal Menteri - Halaman 2

Round-Up

Kode-kode di 'Telepon Tergantung' Jokowi Soal Menteri

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 18 Okt 2019 07:15 WIB
Foto: (Instagram Jokowi)
Foto: (Instagram Jokowi)

Selain itu, Ujang menyoroti pernyataan Jokowi yang menyebut menemukan menteri itu tak sulit. Ujang menganggap pernyataan tersebut dimaksudkan untuk membangun semangat optimis.

"Itu untuk membangun keoptimisan. Kalau memang merasa tidak kesulitan, saya justru memandang hal yang berbeda. Pak Jokowi justru nampak kesulitan. Karena sekarang Pak Jokowi beda sama yang dulu. Konsistensinya dalam memilih menteri hilang. Saya contohkan, dulu melibatkan KPK, sekarang tidak," tuturnya.

Tak berhenti pada gambar gagang telepon tergantung saja, warna hitam-putih gagang telepon pun turut disorot. Peneliti Komunikasi Semiotika dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Kunto Adiwibowo menduga warna putih itu identik dengan simbol moncong putih banteng PDIP, partai yang menaungi Jokowi.

"Menurut saya itu mungkin justru yang paling ngepush Jokowi itu PDIP. Itu warna putih, itu moncong putihnya (banteng simbol PDIP) kan. Perlambang putih itu artinya Pak Jokowi tidak mau terkontaminasi dengan apa yang dibicarakan oleh orang-orang di sekitarnya. Yang paling maksa ya PDIP. Yang terbuka minta jatah paling banyak kan PDIP," kata Kunto Adiwobo saat dihubungi, Kamis (17/10/2019).


Kode-kode di 'Telepon Tergantung' Jokowi Soal MenteriFoto: Simbol banteng PDIP (Rifkianto Nugroho)

Selain itu, Kunto juga mengatakan gagang telepon yang tergantung bisa dimaknai sebagai gagang telepon yang dipegang oleh Jokowi. Dia menjelaskan, alasan gagang telepon itu tergantung karena Jokowi tidak mau dihubungi soal jatah-jatah menteri.

"Kalau menurut saya, itu gagang teleponnya di Pak Jokowi. Artinya, beliau nggak mau dihubungi soal menteri-menteri. Beliau, seolah-olah bilang 'udahlah sabar aja, saya sudah punya nama-namanya'. Teleponnya bukan dari lawan bicaranya. Ini artinya seperti memberitahu, sekarang banyak loh yang menghubungi Jokowi soal nama-nama menteri itu. Di tengah-tengah lobi. Pak Jokowi ingin menghindari crowded," tuturnya.


Kalimat 'sabar! sebentar lagi...' juga turut memunculkan misteri. Pasalnya, ada tanda seru usai kata 'sabar'. Jokowi seperti menekankan sesuatu.

Pakar bahasa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Hilmi Akmal, menjelaskan, tanda seru digunakan untuk menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan atau emosi yang kuat. Hal ini pun sudah diatur dalam PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia).

Hilmi mengatakan tanda seru yang digunakan dalam kalimat tersebut untuk menggambarkan emosi yang kuat. Emosi itu disampaikan kepada lawan tuturnya, dalam hal ini rakyat Indonesia.

"Terkait dengan gambar posting-an Pak Jokowi di media sosial beliau terkait 'bocoran' nama-nama menteri di kabinet periode 2019-2024 yang berupa gambar gagang telepon menggantung ke bawah dan ada tulisan 'sabar! Sebentar lagi...' bisa dimaknai, bahwa Pak Jokowi sedang bertutur kepada lawan tuturnya, dalam hal ini rakyat Indonesia, dengan memakai kalimat perintah yang ditandai dengan adanya tanda seru (!) Di akhir kata sabar. Itu menunjukkan adanya emosi yang kuat dari beliau," kata Hilmi saat dihubungi, Kamis (17/10/2019).
Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4