detikNews
Jumat 18 Oktober 2019, 07:11 WIB

Saat Sambal Terasi dan Kimchi Warnai Diplomasi RI-Korea Utara

Isal Mawardi - detikNews
Saat Sambal Terasi dan Kimchi Warnai Diplomasi RI-Korea Utara Pertemuan Duta Besar Indonesai untuk Korea Utara dengan pihak Koperasi Yaksu/ Foto: dok. KBRI Pyongyang
Jakarta - Duta Besar Indonesia untuk Republik Rakyat Demokratik Korea (RRDK), Berlian Napitupulu, bercerita tentang kunjungannya ke Yaksu, Kangso, Korea Utara. Dalam kunjungan itu, Berlian membawa sambal terasi sebagai bentuk diplomasi lewat makanan.

Kunjungan ke Yaksu itu sebenarnya bertujuan untuk melihat perkembangan bantuan koperasi pertanian di sana. Menurutnya, bantuan dari KBRI Pyongyang berhasil meningkatkan produksi pertanian di Yaksu.

"Kami sangat senang bisa ikut membantu koperasi persahabatan Indonesia-RRDK ini. Kami mendengar sendiri dari Ketua Koperasi bahwa bantuan KBRI Pyongyang turut menyukseskan peningkatan produksi pertanian di Yaksu. Tahun ini mereka mampu meningkatkan panen padi sebanyak satu ton per hektare. Mesin-mesin pertanian yang kita donasikan seperti traktor tangan, pompa air dan pupuk ternyata berhasil meningkatkan produksi petani setempat. Ini juga tentunya tidak terlepas dari kerja keras para petani setempat," ujar Berlian dalam keterangan tertulis, Jumat (18/10/2019).



Nah, dalam kunjugannya itulah Berlian membawa sejumlah kuliner khas Indonesia. Salah satunya sambal terasi.

"Walau pihak Koperasi Yaksu sudah siapkan makanan untuk kami semua, tapi kami sengaja bawa makanan khas Indonesia untuk berbagi sekaligus promosi kuliner Indonesia. Ini adalah pertama kalinya mereka mencicipi sambal roa dan sambal terasi Indonesia," ujarnya.



Berlian mengaku terkejut melihat orang-orang Korut dengan lahap menghabiskan sambal terasi yang dibawa rombongan KBRI Pyongyang. Menurutnya orang Korut memang suka pedas, namun rasa makanan pedas mereka berbeda dengan makanan pedas dari Indonesia.

"Ini adalah pertama kalinya mereka mencicipi sambal roa dan sambal terasi Indonesia. Di luar dugaan ternyata mereka suka sekali dengan sambal kita, meskipun rasanya cukup pedas. Saya melihat sendiri mereka beberapa kali melahap sambal tersebut bersama Kimchi dan makanan Korea yang mereka sajikan. Saya cukup heran sekaligus senang melihat mereka melahap makanan pedas Indonesia," ucap Dubes Berlian.

Berlian mengatakan minat orang Korut terhadap makanan pedas cukup tinggi. Hal itu membuka peluang kerja sama penanaman cabai di sana.

"Kita tahu bahwa rakyat Korea juga menyukai makanan pedas tapi dengan rasa yang berbeda. Rupanya mereka juga sangat menyukai gulai pedas dan sambal terasi yang kita sajikan. Menurut mereka banyak orang setempat terutama di bagian utara suka cabai dan makanan yang sangat pedas. Kita bisa coba tanam cabai di sini (Korea Utara). Nah, ini kan peluang kerja sama baru yang dapat dikembangkan kedua negara ke depan," tambah Dubes Berlian.



Usulan Berlian itu disambut positif oleh Korea Utara. Pihak Korea Utara turut mengusulkan penanaman sayur akar bunga violet (saudara kembar dan mempunyai khasiat seperti ginseng) di Indonesia.

Selain itu, Berlian mengusulkan penanaman pohon di Desa Yaksu. Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat tali persaudaraan antara Indonesia dan Korea Utara

"Saya kira peluang kerja sama pertanian ini akan menjadi capaian baru bagi hubungan Indonesia dan Korea Utara kedepan. Saya berharap produk pertanian Indonesia bisa dikenal luas di negara ginseng ini," pungkas Berlian.
(isa/haf)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com