Round-Up

Perppu KPK Tak Kunjung Keluar, Istana Minta Publik Sabar

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 18 Okt 2019 06:35 WIB
Foto: BEM SI berdemonstrasi mendesak Presiden Jokowi menerbitkan Perppu KPK. (Jefrie/detikcom)

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana mendesak Jokowi agar menerbitkan Perppu UU KPK. Jokowi diminta tidak ragu menerbitkan Perppu yang isinya menolak seluruh pasal yang telah disepakati dalam UU KPK baru.

Tak hanya itu, Kurnia mengatakan seharusnya Jokowi tidak gentar oleh gertakan politisi yang menyebutkan akan melakukan pemakzulan jika menerbitkan perppu. Sebab, penerbitan perppu adalah kewenangan prerogatif presiden.

"Sebab, kesimpulan tersebut tidak mendasar (soal pemakzulan). Perppu pada dasarnya adalah kewenangan prerogatif Presiden dan konstitusional. Lagi pula pada akhirnya nanti akan ada uji objektivitas di DPR terkait dengan perppu tersebut," kata Kurnia kepada wartawan, Kamis (17/10).

Desakan agar Jokowi menerbitkan Perppu juga datang dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) yang menggelar aksi di Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Mahasiswa memastikan tidak akan pernah berhenti mendesak Jokowi mengeluarkan Perppu KPK.

"Kalau terkait dengan hal itu (mengawal Perppu KPK), kita, saya sendiri belum bisa menyampaikan, karena kita masih berkoordinasi, mau sampai kapan. Tapi saya pastikan kita tidak akan pernah berhenti. Napas kita masih panjang," kata koordinator lapangan aksi sekaligus Ketua BEM UNJ, Muhammad Abdul Basit (Abbas), di Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (17/10).


Sementara itu, eks panja Revisi UU KPK, Arsul Sani mengaku mendengar kabar Jokowi tidak menandatangani UU KPK baru itu. Namun Arsul belum bisa memastikan, karena belum mengonfirmasi ke Plh Menkum HAM Tjahjo Kumolo.

"Ini soal UU KPK, kabar yang saya dengar, karena saya belum sempat mengonfirmasikan kepada Pak Plh Menkum HAM, bahwa Pak Presiden tidak menandatangani UU tersebut," kata Arsul kepada wartawan di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (17/10).
Halaman

(idh/dhn)