detikNews
Jumat 18 Oktober 2019, 06:32 WIB

Sejarah Masjid Agung di Roma yang Sempat Ditentang Mussolini

Erwin Dariyanto - detikNews
Sejarah Masjid Agung di Roma yang Sempat Ditentang Mussolini Masjid Raya Roma di Roma, tempat Tahta Suci Vatikan berada (Foto: Dokumen Kementerian Agama)
Jakarta -

Masjid Raya Roma di Roma yang juga tempat Tahta Suci Vatikan berada, di sini lah pada 4 Oktober 2019 dua pekan lalu Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin menunaikan sholat Jumat. Kebetulan saat itu, Lukman tengah mengadakan kunjungan kerja ke Roma, Italia.

Seperti apa sejarahnya ada masjid Raya Roma?

Dalam sejarahnya, perlu waktu yang panjang hingga berdirinya masjid raya di Roma. Benito Amilcare Andrea Mussolini, Perdana Menteri Italia yang berkuasa dalam periode 1922-1943 sempat menentang pembangunan masjid di kota yang mayoritas beragama Katolik tersebut. "Tak kan ada Masjid di Roma, selama tak ada Gereja di Mekkah," kata Mussolini seperti dikutip dari laman Kementerian Agama, kemenag.go.id.

Namun, 50 tahun setelah kematian Mussolini, rencana pembangunan masjid di Roma terwujud. Pada tahun 1974 sebanyak 23 negara mayoritas Islam Aljazair, Arab Saudi, Bahrain, Bangladesh, Brunei Darussalam, Indonesia, Irak, Kuwait, Libya, Malaysia, Maroko, Mauritania, Mesir, Oman, Pakistan, Qatar, Senegal, Sudan, Tunisia, Turki, Uni Emirat Arab, Yaman, dan Yordania bekerjasama membangun masjid di Roma.



Sejarah Masjid Agung di Vatikan yang Sempat Ditentang MussoliniMenag Lukman Hakim Saifuddin usai Sholat Jumat di Masjid Raya Roma di Roma, 4 Oktober 2019. (Foto: Dokumen Kementerian Agama)



Raja Faisal dari Arab Saudi ikut melakukan komunikasi dengan Presiden Italia Giovanni Leone (1971-1978) untuk pembangunan masjid ini. Dewan Kota Roma kemudian memberikan lahan seluas 30 ribu meter persegi, tepatnya di kaki Monte Parioli (Bukit Parioli) di kawasan Acqua Acetosa yang sekaligus berfungsi sebagai Pusat Kebudayaan Islam Italia.

Pada tahun 1975 pembangunan Masjid Raya Roma di mulai. Bangunan masjid didesain empat orang arsitek yakni: Paolo Portoghesi, Vittorio Gigliotti, Sami Mousawi, dan Nino Tozzo, dengan gaya perpaduan Romawi dan Islam. Bangunan masjid nampak megah. memasuki ruang utama masjid, jamaah akan melewati selasar sepanjang 15 meter dari tangga yang menghubungkan bagian luar dan dalam.

Melalui tangga dengan tinggi kurang lebih 2,5 meter itu akan dirasakan detail kemegahan bangunan-bangunan Romawi kuno dengan 16 kubah dan kubah besar di tengah. Bagian atas kubah besar itu dihiasi dengan bulan sabit. Tinggi menara masjid ini sekitar 40 meter yang berbentuk pohon palem. Masjid Raya Roma begitu megah.

Masjid Raya Roma adalah masjid terbesar di Eropa. Masjid ini dapat menampung sekitar 12ribu umat. Umat Muslim di Italia sebagian besar berasal dari Maroko, Albania, Senegal, Mesir, Tunisia, Aljazair, Indonesia, dan Italia, "Sebagian besar Imam Masjid berasal dari Al-Azhar Mesir," kata Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin.

Dikutip dari CNNIndonesia.com jumlah pemeluk Islam di Italia tidak sebanyak di London, Belanda, Jerman, Swedia atau Rusia. Total umat Muslim di Italia sekitar 1,5 juta orang. Mereka kebanyakan pendatang dari negara Islam, seperti Mesir, Maroko, Tunisia, Bangladesh, Pakistan, dan negara lain di Afrika. Penduduk asli Italia yang menganut agama Islam jumlahnya lebih kecil lagi, sekitar 100 ribu orang.



Tonton video Ada 3 Kardinal, Indonesia Punya Nilai Lebih di Mata Vatikan:

[Gambas:Video 20detik]

Ralat: Ada perubahan judul dan koreksi dalam artikel ini, dari semula ditulis Masjid Raya Roma di Vatikan menjadi Masjid Raya Roma di Roma yang juga tempat Tahta Suci Vatikan berada. Redaksi memohon maaf atas kekhilafan ini.


(erd/lus)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com