detikNews
Kamis 17 Oktober 2019, 18:29 WIB

Dijenguk Wagub Sulsel, Pria Disekap 9 Tahun Cerita Dipaksa Kerja Sadis

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Dijenguk Wagub Sulsel, Pria Disekap 9 Tahun Cerita Dipaksa Kerja Sadis ILUSTRASI/Wagub Sulsel/Foto: Noval Dhwinuari Antony-detikcom
Makassar - Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman menjenguk Mansur (27), pria keterbelakangan mental yang disekap 9 tahun oleh orang tuanya. Mansur berkisah soal perlakuan tidak manusiawi yang dialaminya.

Andi menjenguk Mansur yang tengah dirawat di UPT Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Pemprov Sulsel, Kamis (17/10/2019).

Tim P2TP2A Sulsel menerangkan ke ke Andi jika Mansur pernah dipekerjakan oleh orang tuanya di perkebunan kelapa sawit di Malaysia. Mansur pun menceritakan kisahnya.

"Di kelapa sawit kerja. Dikasihkan gerobak, dikerjakan kayak tedong (kerbau), tidak dikasih uang," kata Mansur dengan terbata.




Andi pun menyimak Mansur yang bercerita sambil menunjukkan gaya isyarat menarik gerobak kelapa sawit.

"Dikasih dilidah (gigit tali gerobak) macam kuda. Dikasih jalan baru dicambuk kayu, ada durinya itu, kecil begini," kata Mansur lagi.

Tak hanya itu, Mansur juga berkisah soal 9 tahun dirinya disekap di kamar mandi. Dia pun mencontohkan gaya makan dengan tangan diikat di atas sambil kepala langsung menuju ke piring dan gelas untuk makan dan minum.

"Kalau di sini tidak begitu makannya?," tanya Andi ke Mansur.

Mansur pun menggelengkan kepala. Dia mengaku dapat makan dengan normal selama dirawat di P2TP2A.

Menurut Andi, Mansur mestinya bisa menjadi normal jika sejak kecil mendapat perawatan yang baik.

"Kalau ini bisa ini kok (normal) harusnya dia (orang tua Mansur) tidak berlebihan caranya karena ini kan tidak (membahayakan)," kata Andi.




Sementara itu, Kepala UPT P2TP2A Sulsel, Meisy Sari Bunga Papayungan mengatakan hingga saat ini Mansur masih terus dilatih agar dapat beraktifitas normal. Namun keluarga Mansur tidak ada yang ingin menerima Mansur kembali.

"Ini kan masalahnya, karena kami mau pulangkan, jadi setelah beberapa hari ini kita ajarkan nanti akan ada perkembangan, nanti akan kita kembalikan, hanya saja keluarganya tidak ada yang mau terima," imbuhnya.
(nvl/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com