detikNews
Kamis 17 Oktober 2019, 17:03 WIB

Cara Warga Kembang Kuning Bangkitkan Pariwisata Pascagempa Lombok

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Cara Warga Kembang Kuning Bangkitkan Pariwisata Pascagempa Lombok Foto: dok detikcom
Jakarta - Gempa berkekuatan 7 SR yang mengguncang Lombok pada akhir Juli 2018 lalu membawa banyak nestapa. Desa Kembang Kuning, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur menjadi salah satu desa terdampak yang cukup parah.

Kepala Desa Kembang Kuning, Lalu Sujian mengatakan ada lebih dari 250 rumah yang rusak dan roboh, warga pun dibuat takut masuk ke rumah karena gempa susulan yang masih sering terjadi. Semua aktivitas warga selama 6 bulan macet total.

"Pada tahun 2018 ya, sekitar tanggal 29 Juli ya, gempa menimpa kita, akhirnya terutama para pengusaha-pengusaha wisata itu sangat menyedihkan, dari Juli-Desember itu kosong," ungkapnya kepada detikcom beberapa hari yang lalu.


Sujian mengatakan, setahun belakangan ini pemerintah desa beserta segenap warga terus berusaha untuk memulihkan kondisi agar kembali seperti semula. Mereka semua bergotong royong membangun kembali fasilitas-fasilitas serta tempat wisata yang runtuh akibat gempa.

"Dulu sebelum terjadi gempa itu ya alhamdulillah banyak tamu bisa sampai 200 orang tamu yang datang per hari. Tapi setelah terjadinya gempa sepi sekali, sangat menyedihkan, sangat memprihatinkan," katanya.

Hal serupa diungkapkan oleh Roni, Ketua kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Desa Kembang Kuning. Dia menceritakan bahwa saat gempa terjadi pada 29 Juli 2018, turis-turis masih banyak yang berada di desa. Namun setelah tanggal 5 Agustus 2018, kondisi berubah drastis, tak ada lagi tamu yang datang berkunjung.

"Semua cancle, bookingan saya sampai bulan September cancle semua dari bulan Agustus. September cancel, sampai Oktober masih tidak ada tamu, sampai 6 bulan tidak ada tamu, sampai semua masyarakat bingung, apalagi kami sebagai pelaku wisata," tuturnya saat mengingat masa-masa pilu itu.

Cara Warga Kembang Kuning Bangkitkan Pariwisata Pascagempa LombokFoto: dok detikcom

Di tengah kebingungan itu, Roni mengajak seluruh warga untuk menyuarakan kondisi terkini lewat media sosial. Sembari memperbaiki segala fasilitas yang ada, ia terus berusaha untuk menyuarakan bahwa Lombok kini sudah aman.

"Kami berusaha tetap memposting keadaan yang sesungguhnya. Dengan hastag Lombok aman, Lombok safety, seperti itu. Kemudian akhirnya tamu datang setelah 6 bulan sejak gempa, itu saja masih takut tamu itu ke sini," ujarnya.

Tak hanya itu, Pokdarwis pun berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para wisatawan yang datang pascagempa. Ia mengatakan bahwa hal ini bertujuan untuk membuat wisatawan nyaman dan memberikan review positif dan akhirnya dapat mendatangkan lebih banyak lagi wisman ke Kembang Kuning.

"Jadi kita sekarang kita tidak memikirkan berapa benefit uang yang kami dapatkan, tapi kami lebih mengenalkan Lombok lagi, bagaimana keadaan Lombok setelah gempa kemarin tapi kami masih bisa tersenyum, kami masih bisa memberikan pelayanan yang baik," ucapnya.


Setahun lebih setelah gempa Lombok terjadi, kini kondisi Desa Kembang Kuning sudah berangsur membaik. Bahkan pemerintah daerah dan Kementerian Desa Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) pun turut membantu pembangunan jalan wisata, homestay dan toilet umum di beberapa wilayah Desa Kembang Kuning.

Ikuti terus berita-berita tentang kabar desa dari desa-desa di seluruh Indonesia. Informasi lainnya dari Kemendes PDTT bisa dilihat di sini.



(ega/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com