detikNews
Kamis 17 Oktober 2019, 14:47 WIB

Kemendes Gandeng SurfAid untuk Atasi Stunting di Bima & Sumba Barat

Yakob Arfin - detikNews
Kemendes Gandeng SurfAid untuk Atasi Stunting di Bima & Sumba Barat Foto: Kemendes PDTT
Jakarta - Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi meluncurkan program Nutrition Sensitive Agriculture (Nusatani). Program ini merupakan tindak lanjut kerja sama dengan SurfAid, organisasi nirlaba yang berorientasi meningkatkan kesehatan, kesejahteraan dan kemandirian masyarakat daerah terpencil.

"Program Nusatani sebagai tindak lanjut kerja sama dengan SurfAid pada Agustus 2019 lalu. Program yang digelar oleh SurfAid di Kabupaten Sumba Barat dan Kabupaten Bima ini merupakan wilayah kerja Kemendes PDTT karena kedua daerah tersebut menjadi wilayah kerja dari Direktorat Penanganan Daerah Rawan Pangan, Direktorat Pulau Kecil dan Terluar, serta Direktorat Penanganan Daerah Rawan Bencana dari Ditjen PDTu Kemendes PDTT," kata Dirjen Pengembangan Daerah Tertentu (PDTu) Aisyah Gamawati dalam keterangan tertulis, Kamis (17/10/2019).

Aisyah menambahkan Kemendes PDTT memandang perlu menggandeng pihak-pihak lain sebagai kolaborasi pentahelix. Dengan konsep pentahelix maka unsur pemerintah, masyarakat atau komunitas, akademisi, pengusaha, dan media bersatu membangun kebersamaan dalam mewujudkan pembangunan nasional terutama di daerah tertinggal, terdepan dan terluar.


"Kita perlu berkolaborasi, salah satunya dengan mengembangkan kerjasama secara terkoordinasi dan sinergi dengan berbagai pihak, baik kementerian atau lembaga sektor terkait, perguruan tinggi, negara donor luar negeri, dan NGO luar negeri seperti SurfAid," pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Dirjen PDT) Kemendes PDTT Samsul Widodo mengharapkan agar SurfAid dapat memastikan pengembangan ekonomi dari desa-desa tersebut.

"Untuk pendampingan petani tidak hanya di sektor produksi namun juga sampai di market dan offtaker," kata Samsul.

Samsul berharap SurfAid dapat memberikan asistensi untuk mengurangi terjadinya stunting dan juga untuk pengembangan desa wisata.


Perlu diketahui bahwa Nusatani merupakan salah satu program yang sudah disusun bersama dengan tujuan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan akses pangan yang dapat mengurangi tingkat malnutrisi dengan pendekatan Nutrition Sensitive Agriculture. Program ini merupakan salah satu dari tiga program (Katuerukat, Ehowu, Nusatani) yang akan dilaksanakan selama tiga tahun ke depan antara Kemendes PDTT dengan Surfaid.

Hadir dalam peluncuran ini dari Global Program Director SurfAid International Anne Wuijts, Direktur Pengembangan Daerah Pulau Kecil dan Terluar Kemendes PDTT Dinnia Joedadibrata, Direktur Pengembangan Daerah Rawan Pangan Kemendes PDTT Fujiartanto, Country Director Surfaid Indonesia Sudrajat, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Barat, Kepala Bappeda Kabupaten Sumba Barat, Kepala Bappeda Kabupaten Bima, Kepala Dinas PMD Kabupaten Sumba Barat.

Informasi lainnya dari Kemendes PDTT bisa dilihat di sini.
(ujm/ujm)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com