Polisi Bongkar Praktik Penjualan WNI ke China Modus Istri Pesanan

Audrey Santoso - detikNews
Kamis, 17 Okt 2019 12:19 WIB
Foto: Polisi bongkar praktik penjualan wanita Indonesia ke China modus istri pesanan (Audrey Santoso/detikcom)


Kepala Unit IV Subdit Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), AKBP Hafidz Susilo Herlambang, menambahkan, T bahkan menjual korbannya pada pria yang keterbelakangan mental. Akhirnya korban mengalami kekerasan fisik.

"Salah satu korban mendapatkan suami keterbelakangan mental sehingga merasa dirugikan dan sempat dianiaya, dan akhirnya melarikan diri ke KBRI. Lalu korban buat pengaduan dan kami koordinasi dengan Kemenlu (Kementerian Luar Negeri) untuk mengungkap ini," tambah Hafidz.

Hafidz menyebut T tak bekerja sendiri. Kini penyidik sedang memburu seorang tersangka berinisial B yang diketahui berada di Hong Kong.


"Korban dibawa dengan rute dari Pontianak-Jakarta-Kuala Lumpur, baru China. Tersangka 1 lagi DPO, tersangka ini melarikan diri ke luar negeri, ada bukti data perlintasannya. Kami sudah koordinasi dengan Interpol dan Kemenlu untuk lakukan penyelidikan lebih lanjut," sebut Hafidz.

Hafidz menerangkan tersangka menerima uang Rp 400 juta dari tiap pria China yang memesan jasanya. "Untuk modal cari korban yang akan dinikahkan," tutup Hafidz.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 4 dan 6 UU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO dengan ancaman kurungan maksimal 15 tahun dan minimal 3 tahun penjara serta denda paling banyak Rp 600 juta dan paling sedikit Rp 120 juta.
Halaman

(aud/gbr)