detikNews
2019/10/17 05:17:07 WIB

Round-Up

Prabowo Menanti Gandengan Tangan Jokowi

Tim detikcom - detikNews
Halaman 2 dari 2
Prabowo Menanti Gandengan Tangan Jokowi Foto: Pertemuan Jokowi dan Prabowo di Istana (Biro Pers Setpres)


Meski belum menyampaikan secara langsung sikapnya, Jokowi sudah menerima kedatangan Prabowo di Istana beberapa waktu lalu. Saat itu Jokowi menyampaikan soal koalisi dengan Prabowo yang belum final, tetapi akan disampaikannya langsung bila sudah pasti.

Kini Prabowo sudah jelas menyampaikan sikap. Orang-orang di lingkaran dalam Jokowi yang memberikan respons.

Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan sempat buka suara. Menurut dia, tak ada yang salah jika Gerindra bergabung ke pemerintah.

"Ya bagus-bagus aja, kan nggak ada yang salah kan. Apa aja bisa terjadi," kata Luhut di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (15/10/2019).
Luhut mengatakan masuknya Gerindra juga bukan berarti tidak ada check and balances untuk pemerintah. Dia meyakinkan check and balances akan tetap ada meski Gerindra masuk ke koalisi.

"Ya ada. Masih lah. Check and balances pasti tetap ada," ujarnya.

Pria yang dekat dengan Ketum Gerindra Prabowo Subianto itu pun tak masalah jika partai berlambang kepala burung Garuda itu mendapat kursi di kabinet meski tak ikut berjuang memenangkan Jokowi di Pilpres 2019. Menurut dia, semua hal bisa dilakukan demi bangsa dan negara.

"Ya, kalau untuk kepentingan bangsa yang lebih besar apa saja bisa dilakukan," kata Luhut.

Di sisi lain, Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin malah terang-terangan bicara soal rumor kursi menteri untuk Partai Gerindra. Salah satu yang disebut Ngabalin yaitu soal salah satu politikus Partai Gerindra Edhy Prabowo di kursi Menteri Pertanian.
"Rumor yang beredar kan diusulkan begitu. Mudah-mudahan iya," kata Ngabalin.

Partai Gerindra menegaskan mereka tidak pernah meminta kursi menteri kepada Jokowi. Namun Gerindra mengakui telah menawarkan sejumlah konsep kepada Jokowi, salah satu konsepnya menyangkut soal pertanian.

Ya kalau diterima ya mungkin pos itu (Menteri Pertanian) yang diberikan. Kan kami juga nggak bisa juga, kan ini hak prerogatif Presiden, kami juga kan nggak bisa kemudian minta-minta, 'Pak, harus Gerindra, itu harus Gerindra'. Kan nggak bisa. Itu kalau kita konsepnya diterima," kata Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (8/10).
(dhn/zap)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com