detikNews
2019/10/16 22:29:16 WIB

Round-Up

PKS Tegar Berdiri Jadi Oposisi Sendiri

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 3
PKS Tegar Berdiri Jadi Oposisi Sendiri Logo PKS di Kantor DPP PKS. (Foto: Ari Saputra)
Jakarta - PKS mantap memilih jalur oposisi di pemerintahan Presiden Jokowi periode kedua lima tahun ke depan, meski gerbong rivalnya di Pilpres 2019 merapat ke Istana. Partai Demokrat, Gerindra, dan PAN, belakangan membangun komunikasi politik membuka peluang masuk gerbong Jokowi. Tapi PKS, tegar berdiri sendiri jadi oposisi.

Belakangan, Gerindra yang paling santer diisukan gabung ke pemerintahan. Isu tiga kursi menteri mencuat sebagai deal-dealan politik sebelum Jokowi umumkan kabinet jilid II.



PKS menghormati langkah Gerindra 'melobi' Istana, apalagi partai yang diketuai Prabowo Subianto itu membawa berbagai konsep demi memajukan bangsa Indonesia. PKS tegar dan tetap menganggap Gerindra sebagai sahabat.

"Gerindra partai besar, pasti punya strategi dan pertimbangan tertentu. Kalau mau gabung ke Pak Jokowi, itu hak Gerindra. PKS menghormati dan tetap bersahabat," kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera di kompleks DPR, Jakarta, Rabu (16/10/2019).

Meski demikian, Mardani menilai tetap akan ada oposisi setelah Jokowi mengumumkan kabinet nanti. Dia memprediksi akan ada partai yang kurang puas dengan porsi di kabinet yang disampaikan.

"Tetap kami pun kalau pada ujungnya, walaupun saya nggak yakin ya pada pengumuman 20 atau 21 Oktober nanti boleh jadi ada banyak yang jadi oposisi juga. Ya ketika pengumuman kabinet tidak sesuai dengan harapan, harapan 3-4 menteri ternyata cuma 1 kan atau nggak ada, kan itu semua hak prerogatif Presiden," ujarnya.



Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com