detikNews
Rabu 16 Oktober 2019, 20:10 WIB

Banyak Anak Pejabat Jadi Anggota Dewan, Arteria: Pintar-pintar Kok

Isal Mawardi - detikNews
Banyak Anak Pejabat Jadi Anggota Dewan, Arteria: Pintar-pintar Kok Arteria Dahlan (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Anggota DPR Fraksi PDIP Arteria Dahlan tak mempermasalahkan banyaknya anak pejabat yang menjadi anggota Dewan. Menurutnya, walau sejumlah anggota DPR berstatus anak pejabat, mereka memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi.

"Adik-adik bisa lihatlah, makin hari anggota-anggota parlemen orang-orangnya bagus-bagus. Kita berharap kita kedatangan 51 persen anggota parlemen yang masih muda-muda, banyak yang mengatakan, 'Itu kan anak bupati, anak gubernur, dan sebagainya,' tapi saya bilang nggak kok kan anaknya pintar-pintar," ujar Arteria di Universitas Negeri Jakarta, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (16/10/2019).

Ia mengatakan kepintaran para anggota DPR muda itu dapat diasah dan terus dikembangkan. "Perkara anak gubernur, anak bupati tinggal kita asah yang namanya sensivitasnya," ujar Arteria.





Dalam kesempatan yang sama, Arteria bicara soal kesuksesan Nawacita Presiden Jokowi-JK. Ia menyebut kinerja pemerintahan Jokowi luar biasa.

"Tanpa kita sadari bagaimana perlindungan terhadap buruh migran, bagaimana perlindungan terkait susahnya kita untuk memerangi terorisme, begitu kita bicara teroris dimasukkan isu agama terus, tapi kita pelan-pelan telaten meyakinkan publik, bahwa teroris ini bahaya besar dan harus kita sikapi dengan luar biasa, bagaimana sengketa tapal batas," ujarnya.

"Kemudian bagaimana membangun tata kelola pemerintahan yang bebas KKN, tanpa disadari yang lima tahun kemarin sama yang sebelum-sebelumnya saya pikir spirit-spiritnya jauh berbeda," lanjutnya.

Usaha Jokowi membangun infrastruktur dari wilayah pinggiran juga tak luput dari perhatiannya. Pembangunan LRT (light rapid transit) dan MRT (mass rapid transit) juga diagung-agungkannya.

"Membangun Indonesia dari pinggiran, kita serius, kan teman-teman bisa melihat yang namanya Jenderal Sudirman kita bedah itu, jadi MRT, LRT, 'oh itu bukan isu rakyat' bagaimana Trans Papua, Kalimantan, semuanya jalan. Jadi memang ada jalan yang berbayar, tapi yang tidak berbayar jauh lebih banyak," kata Arteria.

"Bagaimana dana desa 74.598 desa, uangnya langsung masuk rekening kas desa, 7 hari tidak boleh terlambat jelas pemanfaatannya, bagaimana infrastruktur masyarakat desa, bagaimana puluhan ribu embung-embung desa dibangun, saluran irigasi, kalau dilihat itu, saya mohon adik-adik juga harus proporsional," imbuh dia.


Simak juga video "Netizen Heboh Harta Anggota DPR Milenial yang Nggak Masuk Akal" :

[Gambas:Video 20detik]


(isa/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com