detikNews
Rabu 16 Oktober 2019, 20:06 WIB

Kapolda Sultra Bantah Dugaan Kontras soal Mahasiswa UHO Yusuf Kena Tembak

Sitti Harlina - detikNews
Kapolda Sultra Bantah Dugaan Kontras soal Mahasiswa UHO Yusuf Kena Tembak Foto: Grandyos Zafna/detikcom
Kendari - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menduga mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari juga meninggal karena tembakan. Kapolda Sultra Brigjen Merdisyam membantah dugaan tersebut.

"Semua polisi hanya berdasarkan kepada alat bukti materil dan autopsi itu yang saat ini dipegang kepolisian sebagai dasar pembuktian," ujar Merdisyam, Rabu (16/10/2019).

Merdisyam menegaskan proses investigasi Polri masih dilakukan terkait kasus tertembaknya mahasiswa dalam ricuh demo di DPRD Sultra. Sedangkan 6 polisi yang membawa senjata api dalam pengamanan juga akan menjalani sidang disiplin.




"Terhadap enam orang terperiksa besok akan dilakukan sidang disiplin, sidang disiplin ini bagi organisasi merupakan aturan yang terkait dengan pelanggaran anggota terhadap sop yang sudah diberikan oleh pimpinan," ujarnya.

Sebelumnya, Karo Provos Divisi Propam Polri Brigjen Hendro Pandowo menuturkan ada tiga jenis senpi yang dibawa saat pengamanan demo.

"Hasil pemeriksaan kami, keenam (polisi) itu bawa senjata api laras pendek. Jenisnya S&W, HS, MAG," ujar Hendro, Kamis (3/10).





Dia mengatakan Kapolri Jenderal Tito Karnavian sudah memberi arahan agar jajaran tidak membawa senpi.

"Instruksi (membawa senpi) tidak ada. Kebetulan reserse itu senjata api melekat di badannya. Ini yang kami dalami kenapa senjata api itu dibawa saat pengamanan unjuk rasa di DPRD Sultra," kata Hendro.


Simak juga video "Besok 6 Polisi Akan Jalani Sidang Terkait Kasus Tewasnya Mahasiswa di Kendari" :

[Gambas:Video 20detik]


(fdn/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com