detikNews
2019/10/16 19:48:58 WIB

Anies Butuh Mata Warga Jakarta untuk Pelototi Anggaran

Pasti Liberti Mappapa, Ibad Durohman - detikNews
Halaman 1 dari 3
Anies Butuh Mata Warga Jakarta untuk Pelototi Anggaran Gubernur Anies Baswedan (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Dua tahun memimpin Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Gubernur Anies Baswedan menunjukkan resistansi atas sejumlah kritikan dan masukan soal transparansi dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Gubernur Anies membantah tidak transparan karena belum mengunggah rancangan Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020 ke situs web apbd.jakarta.go.id. Baginya, munculnya kritik atas kebijakan itu adalah bentuk pengiringan opini yang tidak sehat.

"Itu sih membangun (opini) saja dibilang nggak transparan. Udahlah itu penggiringan opini yang nggak sehat, jadi sudahlah. Cukup ya (wawancara)," ujar Anies di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (14/10/2019).



Resistansi Anies tersebut dipertanyakan. Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Budget Center, Roy Salam respon itu menunjukkan ketidakpahaman Anies akan prinsip-prinsip penyusunan anggaran daerah termasuk hak publik untuk mengakses informasi atas anggaran tersebut.

"Dia sepertinya alergi pada kritik publik. Kecurigaan kami Gubernur tidak paham soal prinsip penyusunan anggaran. Hanya sekedar meneken-neken saja," ujar Roy pada detikcom ketika dihubungi Selasa (15/10/2019).
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com