detikNews
Rabu 16 Oktober 2019, 18:09 WIB

Desa Kembang Kuning Lombok Pikat Wisatawan dari Pembuatan Bubuk Kopi

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Desa Kembang Kuning Lombok Pikat Wisatawan dari Pembuatan Bubuk Kopi Foto: Faidah Umu Sofuroh/detikcom
Lombok Timur - Kembang Kuning, salah satu desa di kaki Gunung Rinjani, punya keistimewaan tersendiri ketimbang desa-desa lain di Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur. Bukan hanya keindahan alamnya yang memesona, melainkan karena masyarakatnya punya pengetahuan luas dan kreatif dalam menggarap desa mereka menjadi destinasi wisata yang siap mendunia.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Kembang Kuning, Roni, mengatakan desanya menawarkan konsep-konsep baru dalam tiap paket wisata kepada para wisatawan domestik maupun mancanegara.

"Dulunya Desa Kembang Kuning hanya desa yang dilewati oleh para wisatawan untuk menuju ke Gunung Rinjani, tapi setelah sekian lama mulai banyak yang bergerak di bidang pariwisata," ungkap Roni saat ditemui detikcom beberapa waktu yang lalu.

Melalui Pokdarwis, Roni dan rekan-rekannya mulai mencetuskan ide-ide agar desa ini memiliki daya tarik yang berbeda dengan desa-desa lain di kaki Gunung Rinjani. Akhirnya tercetuslah ide wisata pembuatan kopi secara tradisional.


"Inovasinya sudah banyak, ini salah satunya kopi, dari kopi ini kan mereka tadinya hanya menikmati. Banyak yang bilang Lombok kopi, Lombok kopi, tapi mereka enggak tau cara pembuatan kopi. Salah satu ide yang kami bangun adalah proses pembuatan kopi yang kami lakukan," tuturnya.

Proses pembuatan kopi ini cukup sederhana, Pokdarwis akan memberikan arahan kepada ibu-ibu setempat untuk mempraktikkan proses pembuatan kopi dari mulai memilih biji kopi, mencuci, melakukan sangrai, menumbuk hingga proses pengemasan. Sembari itu, salah satu perwakilan dari Pokdarwis menjelaskan tahap demi tahapnya kepada para wisatawan mancanegara.

Menurut Roni, wisata proses pembuatan kopi ini memberikan banyak keuntung dari segi material. Sebab, para wisatawan yang datang tak hanya membeli kopi, melainkan juga membeli prosesnya. Pengalaman ini lah yang menurutnya, lebih berharga ketimbang sebungkus kopi yang bisa mereka seduh di tempat atau dibawa pulang.

Desa Kembang Kuning Lombok Pikat Wisatawan dari Pembuatan Bubuk KopiFoto: Faidah Umu Sofuroh/detikcom


"Kalo modalnya kan paling cuma Rp 20 ribu, nanti tamu bayar bisa sampai Rp 100 ribu. Mereka hanya dapat kopi 200 gram. Mekera tidak bayar kopinya sesungguhnya, mereka bayar prosesnya. Mungkin kalau bayar kopi hanya Rp 10 ribu sudah cukup, tapi prosesnya kan lama, itulah yang kami jual," ujarnya.


Wisata proses pembuatan kopi di Desa Kembang Kuning merupakan salah satu unit kegiatan yang dilakukan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Roni mengungkap bahwa modal usaha berupa alat-alat pendukung atraksi proses pembuatan kopi berasal dari dana desa yang dianggarkan untuk unit usaha BUMDes.

"Sebelum adanya dana desa, kami kesulitan dalam pencarian modal, tapi setelah adanya dana desa, Pokdarwis memiliki satu modal yang dianggarkan melalui ADD, dari situ kita bisa menggunakannya untuk membeli alat-alat yang digunakan untuk atraksi pembuatan kopi dan minyak kelapa," ujarnya.

Desa Kembang Kuning Lombok Pikat Wisatawan dari Pembuatan Bubuk KopiFoto: Faidah Umu Sofuroh/detikcom

Ia berharap, dana desa ini akan bisa memberikan manfaat lebih khususnya untuk bidang pariwisata. Ia juga ingin agar dana desa yang diberikan ke Desa Kembang Kuning bisa bertambah jumlahnya. Sebab, ia bersama Pokdarwis masih memiliki banyak ide yang menunggu untuk direalisasikan.

"Seperti ide membuat taman bunga, kemudian ada ide juga untuk membuat organik park, jadi budidaya sayuran yang menggunakan organik, lalu ada juga ide membuat penangkaran serangga-serangga yang hampir punah, dan itu semua membutuhkan dana yang besar," pungkasnya.

Ikuti terus berita-berita tentang kabar desa dari desa-desa di seluruh Indonesia. Informasi lainnya dari Kemendes PDTT bisa dilihat di sini.



(prf/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com