detikNews
Rabu 16 Oktober 2019, 16:17 WIB

Dicek Dinas PUPR Rawan Runtuh, SMAN 1 Makassar Kosongkan Lantai 3

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Dicek Dinas PUPR Rawan Runtuh, SMAN 1 Makassar Kosongkan Lantai 3 SMAN 1 Makassar Sulsel/Foto: Noval Dhwinuari Antony-detikcom
Makassar - Gedung utama untuk aktivitas belajar mengajar siswa di SMAN 1 Makassar, Sulsel, kondisinya memprihatinkan. Ada hasil pengecekan soal kerawanan gedung sewaktu-waktu bisa runtuh.

Pantauan detikcom di SMAN 1 Makassar, aktivitas belajar mengajar berlangsung di lantai 1 dan 2. Sedangkan lantai 3 bangunan sekolah dikosongkan.

Terlihat tiang beton penyangga gedung sudah rapuh. Material semen di tiang penyangga tampak retak dan terlepas. Besi yang berada dalam tiang penyangga sudah terlihat karena betonnya telah terlepas.

"Lantai 3 itu, yang ditempati anak-anak kelas X (dulunya), kalau mereka siswa lari-lari terasa itu, bukan getar lagi, tapi goyang," ujar Plt Kepala Sekolah SMAN 1 Makassar Arifin Tamma saat ditemui di sekolah, Jalan Gunung Bawakaraeng, Makassar, Rabu (16/10/2019).




SMAN 1 Makassar SulselSMAN 1 Makassar Sulsel Foto: Noval Dhwinuari Antony-detikcom



Selain tiang penyangga gedung yang sudah tampak rapuh, dinding dan langit-langit ruangan di gedung tersebut juga sudah rapuh. Lapisan cat dan semen sudah terlepas hingga batu bata terlihat.

"Diturunkan tim dari Dinas PUPR, itu untuk mengukur tingkat ketahanan gedung ini, hasil forensiknya keluar bahwa ternyata gedung ini sangat rapuh dan sangat membahayakan apabila ditempati. Sewaktu-waktu dapat runtuh," kata Arifin.

Melihat kondisi gedung yang sangat membahayakan, pihak sekolah pun memasang tulisan peringatan di setiap sisi gedung. Pihak sekolah menempel spanduk bertuliskan; Waspada!!! Material Bangunan Sekolah Sering Berjatuhan. Hati-Hati!!!.



SMAN 1 Makassar SulselSMAN 1 Makassar Sulsel Foto: Noval Dhwinuari Antony-detikcom


Menurut Arifin, aktivitas belajar mengajar siswa kerap terganggu dengan kondisi gedung yang memprihatinkan tersebut.

"Sementara belajar berjatuhan material (gedung), siswa langsung lari keluar semuanya. Kemarin itu ada guru sementara jalan berjatuhan material dan badannya kena, terus langsung lari terbirit-birit. Kemarin juga anak-anak sementara belajar gedung goyang, berhamburan keluar semua," kata Arifin.




Karena kondisi gedung yang mengkhawatirkan, pihak sekolah mengosongkan ruangan yang ada di lantai 3. Aktivitas belajar siswa dipindahkan ke lantai 1 dan 2.

Salah seorang siswa, Tsakif mengaku kecewa dengan kondisi gedung sekolahnya yang sudah tidak layak pakai.

"Ini sekolah memang sudah waktunya dibangun, karena ini kalau dilihat bangunannya sudah lama. Kami kecewa karena kita harus pindah gedung, berdesak-desakan dalam satu ruangan, jadi pelajaran kita itu tidak bisa dicerna kalau dalam kelas itu ada lebih 40 siswa," ujar Tsakif, siswa kelas 11 Mipa 2, SMAN 1 Makassar.


SMAN 1 Makassar SulselSMAN 1 Makassar Sulsel Foto: Noval Dhwinuari Antony-detikcom



Siswi lainnya, Nur Atika Sari mengaku selalu khawatir di tengah aktivitas belajarnya di sekolah. Atikah yang kelasnya berada di lantai 2 gedung mengungkapkan, hentakan kaki orang di kelas bisa membuat lantai bergetar.

"Ini waswas karena biasanya kalau sekarang itu kalau orang jalan saja itu sudah mulai bergetar-bergetar kayak goyang-goyang. Apalagi kalau ada yang lompat-lompat, takutnya nanti jeblos," kata Atika.

SMAN 1 Makassar SulselSMAN 1 Makassar Sulsel Foto: Noval Dhwinuari Antony-detikcom




Di salah satu ruangan kelas yang berada di lantai 2, aktivitas belajar siswa terlihat terganggu dengan adanya tetesan air yang jatuh dari atas. Siswa mengatasinya dengan menaruh timba agar air tidak jatuh ke meja dan lantai.

"Ini ada air karena di atas ada penampungan air, merembes ke bawah. Kipas angin ini kalau dimenyalakan getarannya ikut menggetarkan dinding kelas," ujar salah seorang guru sambil menunjuk kipas angin di dinding.


Simak juga video "Melihat Kegiatan Belajar di Sekolah Darurat Pascagempa Palu" :

[Gambas:Video 20detik]


(nvl/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com