detikNews
2019/10/16 14:54:51 WIB

Marak Kasus Turis Lecehkan Tempat Suci, Apa Langkah Pemprov Bali?

Aditya Mardiastuti - detikNews
Halaman 1 dari 2
Marak Kasus Turis Lecehkan Tempat Suci, Apa Langkah Pemprov Bali? Wagub Bali Tjokorda Oka Arta Ardhana (Cok Ace). (Aditya Mardiastuti/detikcom)
Denpasar - Beragam kasus pelecehan di tempat-tempat suci ataupun turis berulah di Bali disesalkan. Gubernur Bali Wayan Koster pun menyusun peraturan daerah yang mengatur tentang pariwisata.

"Ya kami mengarah ke sana. Target di eksekutif Desember ini selesai, tentang kualitas penyelenggaraan kepariwisataan Bali sekarang hampir selesai draf awalnya, tinggal diskusi lagi," kata Koster kepada wartawan di Denpasar, Bali, Senin (16/10/2019).


Salah satu yang jadi sorotan adalah banyaknya turis begpacker alias pura-pura gila karena kehabisan ongkos saat liburan ke Bali. Koster menyebut target Bali menjadi pariwisata yang berkualitas.

"Yang berkualitas waktu kunjung ke Bali lama, dan dia berbelanja di Bali. Makanya diperketat dengan regulasi," terangnya.

Perda tentang pariwisata itu nantinya akan mengatur soal pelayanan, pengelolaan, destinasi, dan industri pariwisata. Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardna Sukawati (Cok Ace) menduga turis-turis nakal atau yang melakukan pelecehan di Bali marak karena harga pariwisata Bali dijual terlalu murah.

"Jebolnya kita ini kan karena kita harga murah. Kita memberikan ruang kepada mereka yang mempunyai kebutuhan terbatas untuk datang ke Bali. Biasanya yang terbatas ini kan biasanya level-level biasa di luar midgrade, pencopet masuk, mereka semua bahkan jadi pencopet di Bali. Kalau kita naikkan standarnya semua orang sekarang menyadari, rate dari Bali murah sekali," ujar Cok Ace.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com