detikNews
2019/10/16 09:51:51 WIB

PAN Ditimbang Masuk Kabinet, Amien Rais Jadi Ganjalan

Pasti Liberti Mappapa, Ibad Durohman - detikNews
Halaman 1 dari 3
PAN Ditimbang Masuk Kabinet, Amien Rais Jadi Ganjalan Jokowi menerima kedatangan Zulkifli Hasan (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menyambangi Istana Merdeka, Senin (14/10/2019), siang untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Pertemuan ini disebut membicarakan rencana amandemen Undang-Undang Dasar 1945. Namun Jokowi juga mengakui ada juga pembahasan tentang koalisi dalam pertemuan tertutup itu.

"Ya ada (bahas koalisi), tapi belum sampai final, belum rampung," kata Jokowi. Pengamat politik dari Indo Barometer Muhammad Qodari mengatakan hubungan Jokowi dengan PAN memang rumit, sehingga faktor koalisi dengan PAN masih jadi teka-teki besar. "Ada beberapa variabel yang pasti jadi pertimbangan Jokowi," ujar Qodari kepada detikcom, Selasa (15/10/2019).

Faktor pertama, partai yang didirikan pada 23 Agustus 1998 itu punya matahari kembar. Pertama, Amien Rais pendiri partai yang sekarang memegang jabatan Ketua Dewan Kehormatan PAN. Kemudian yang kedua, ketua umum terpilih yang sekarang dipegang Zulkifli Hasan. "Pengalaman yang sudah-sudah, keduanya sering kali berjalan di rel yang berbeda," ujar Qodari.


Posisi Amien yang juga mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah dalam PAN memang masih tak tergoyahkan. Dia masih menjadi sosok patron utama bagi kader partai. Pengaruh mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat ini mengakar kuat di sejumlah pengurus partai. Contohnya, surat terbuka sejumlah pendiri PAN yang mendesaknya mundur dari PAN tak mampu menggoyangnya.

Dengan Jokowi, Amien tak pernah akur. Pria yang lahir di Surakarta itu kerap melontarkan pernyataan yang menyerang Jokowi dengan keras. Doktor ilmu politik lulusan Universitas Chicago, Amerika Serikat, itu pernah menyebut Jokowi sebagai "presiden bebek lumpuh", dan bahkan menuduh Jokowi berbohong.

"Amien Rais selalu tetap mengkritik pemerintahan Jokowi, dan ujung-ujungnya, siapa pun ketua umumnya, PAN ini selalu mengambil seolah-olah oposisinya Jokowi," ujar Qodari. Saat Pemilihan Presiden 2014, PAN menyorongkan kadernya Hatta Rajasa sebagai pendamping Prabowo Subianto melawan pasangan Jokowi-Jusuf Kalla. Namun kemudian, PAN memutuskan bergabung dalam koalisi pada akhir 2015.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com