Blak-blakan Pegiat Media Sosial

Denny Siregar Bicara Buzzer Istana hingga Tudingan Kebal Hukum

Sudrajat - detikNews
Rabu, 16 Okt 2019 07:18 WIB
Foto: Denny Zulfikar Siregar (Screenshoot 20detik)
Foto: Denny Zulfikar Siregar (Screenshoot 20detik)
Jakarta - Pegiat media sosial Denny Zulfikar Siregar menepis tudingan pihak-pihak tertentu bahwa dirinya seorang buzzer bayaran untuk kepentingan istana. Ia juga menolak disebut sebagai penyebar hoax yang kebal hukum. Selama ini yang terjadi bukan karena dirinya kebal hukum, tapi pihak-pihak yang melaporkan atau menggugat itu tak punya alat bukti kuat.

"Tapi ketika mereka gagal di kepolisian, lalu membangun opini atau membuat framing seolah saya kebal hukum," kata Denny kepada Tim Blak-blakan.

Karena itu ketika ada pihak yang kembali akan melaporkan dirinya ke polisi terkait video "Penggal Jokowi", lelaki kelahiran Medan, 3 Oktober 1973 itu menyatakan dirinya tenang-tenang saja. "Silahkan saja, kita lihat buktinya apa?," ujarnya.



Sebagai pegiat media sosial, Denny mengaku sangat independen dalam melakukan aktivitasnya. Dia menulis berdasarkan pengamatan dan analisis pribadinya, bukan karena ada pasokan informasi dari pihak tertentu. Juga tidak menulis karena ada pesanan atau pertimbangan uang.

"Saya menulis ya karena saya ingin menulis. Bukan karena dibayar, apalagi disebut sebagai buzzer istana. Apa buktinya?," ujar Denny.

Untuk menghidupi kesehariannya, dia mengaku menjadi penulis di dua media online hampir setiap hari dengan imbalan tertentu. Juga dari hasil penjualan dan royalti empat buku yang telah diterbitkannya. Bila ditotal, pendapatannya sudah sangat memadai. "Pendapatan saya mungkin jauh lebih besari dari gaji seorang komisaris," ujar dengan penuh percaya diri.



Kemampuan yang melekat pada dirinya itu merupakan buah dari kegemarannya membaca berbagai jenis buku sejak masa remajanya. Ia antara lain menyebut novel-novel karya Sidney Sheldon dan Tom Clancy, hingga cerita saru karangan Enny Arrow yang masyhur di era 1980-an.

Meski kerap menulis soal Jokowi, Denny mengaku baru sekali bertemu dengan sang Presiden. Selain tidak suka dengan protokoler ala istana, dia mengaku bukan tipe orang yang suka mendekat-dekat ke kekuasaan.

Selain dengan Jokowi, dia juga mengungkapkan hubungannya dengan Ahok saat menjadi gubernur DKI. Juga perkawanannya dengan para penulis lain yang oleh sebagian orang dicap sebagai buzzer istana.

Simak selengkapnya di bawah ini.

[Gambas:Video 20detik]

(jat/jat)