Pesan Perekam 'Penggal Jokowi' Tak Asal Sebar Informasi

Round-Up

Pesan Perekam 'Penggal Jokowi' Tak Asal Sebar Informasi

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 15 Okt 2019 21:01 WIB
Ina Yuniarti, wanita perekam penggal Jokowi, divonis bebas. (Jefrie Nandy Satria/detikcom)
Ina Yuniarti, wanita perekam 'penggal Jokowi', divonis bebas. (Jefrie Nandy Satria/detikcom)
Jakarta - Ina Yuniarti, wanita perekam 'penggal Jokowi', menangis terharu saat keluar dari Rutan Kelas IIA Pondok Bambu, Jakarta Timur. Ina yang diputus bebas oleh majelis hakim pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat berpesan agar tidak sembarang menyebarkan informasi.

Ina keluar dari Rutan Kelas IIA Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, pukul 10.47 WIB, Selasa (15/10/2019). Dia mengenakan busana warna merah dipadu jilbab putih motif bunga serta tas warna cokelat. Dia kemudian menemui dua anggota tim penasihat hukumnya, Burhanudin Suralaga dan Muhammad Fahri.

Ina tampak melempar senyum. Saat Ina ditanya soal dia yang kini bisa menghirup udara bebas, air matanya langsung tumpah. Dia menangis haru.

"Ya alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT hari ini saya bebas dari semua tuntutan," ujar Ina kepada detikcom.

"Alhamdulillah saya tidak bisa terbayangkan, maaf (Ina menangis) atau mengucap yang lebih, hanya mengucap syukur saja," sambung Ina. Dia tidak melanjutkan ucapannya karena terus menangis.


Dia mengatakan akan menjadikan kasus yang dialaminya sebagai pelajaran berharga. Ina berterima kasih kepada semua pihak yang membantunya.

"Ini semua karena berkat doa teman-teman semua, keluarga saya, ini lawyer saya juga yang sangat luar biasa ya membantu saya sampai terjadinya hingga bebas hari ini, alhamdulillah. Terima kasih untuk kawan-kawan semua, terima kasih," sambung Ina.

Ina mengatakan, saat dirinya terjerat kasus, ada banyak orang yang mendukungnya dan mendoakan agar dirinya mendapat keadilan. Dia mengaku tidak menyangka bisa bebas. Ina mengatakan, akan menjadikan kasus ini pelajaran berharga.

"Lebih hati-hati ke depannya, lebih hati-hati dan lebih mawas diri saja," katanya.

Setelah bebas, lanjut Ina, dirinya akan kembali menjalani kehidupan normal. "Saya membesarkan ketiga anak saya sendirian dan saya akan kembali menjadi ibu buat anak-anak saya yang baik," katanya.

Ditambahkan Ina, dirinya juga menyampaikan pesan untuk masyarakat Indonesia. Dia berharap masyarakat juga mengambil pelajaran berharga dari kasusnya, salah satunya hati-hati dalam menggunakan media sosial.

"Untuk masyarakat umum seluruh Indonesia untuk menggunakan kata-kata atau hoax tolong jangan disebarluaskan atau berhati-hati. Lebih berhati-hati lagi dengan ucapan, dengan kata-kata atau pun dengan mengetik hal-hal yang lain yang merugikan banyak orang dan bangsa juga," ucapnya.


Majelis hakim pada PN Jakpus sebelumnya memutus bebas Ina Yuniarti, wanita pemviral 'penggal Jokowi'. Hakim berkesimpulan dari fakta persidangan Ina tidak terbukti melakukan niat jahat dalam men-share video itu.

"Menimbang berdasarkan fakta hukum, terdakwa merekam laki-laki yang siap memenggal kepala Jokowi. Bahwa terdakwa hanya ingin beri tahu teman-teman kalau terdakwa sudah ada di Bawaslu, bahwa terdakwa hanya asal men-share dan tidak memilah-milah foto atau video," kata hakim ketua Yuzaida di PN Jakpus, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (14/10)

Selain itu, Yuzaida berkesimpulan dakwaan jaksa penuntut umum terkait pasal pemerasan atau mengancam dinyatakan tidak terbukti. Yuzaida juga menilai jaksa salah dalam mendakwa seseorang. (idh/knv)