Bupati Muba Tambah Anggaran Jadi Rp 24,5 M untuk Atasi Karhutla

Bupati Muba Tambah Anggaran Jadi Rp 24,5 M untuk Atasi Karhutla

Raja Adil Siregar - detikNews
Selasa, 15 Okt 2019 17:35 WIB
Bupati Muba Dodi Reza saat meninjau karhutla. (dok ist)
Bupati Muba Dodi Reza saat meninjau karhutla. (dok ist)
Palembang - Kebakaran hutan dan lahan masih terus terjadi di Sumatera Selatan. Bahkan untuk penanganan, Pemkab Musi Banyuasin kembali menambah anggaran dari Rp 9,5 miliar menjadi Rp 24,5 miliar.

Penambahan anggaran itu disampaikan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza. Dodi mengaku hal ini sebagai antisipasi agar kebakaran tidak semakin luas, salah satunya yang terjadi di Bayung Lencir.

"Ini penambahan anggaran Rp 15 miliar untuk pengadaan alat berat dan sapras pengendalian karhutla, seperti fire jeep, excavator, pompa, dan jet sprayer. Ada juga Rp 9,5 miliar untuk pencegahan dan pengendalian karhutla," kata Bupati Dodi kapada wartawan, Selasa (15/10/2019).



Tidak hanya itu, Dodi juga meminta seluruh kepala OPD bertanggung jawab terhadap wilayah masing-masing. Termasuk ikut dalam pencegahan dan pengendalian kebakaran lahan bersama tim yang ada di wilayahnya.

Khusus upaya pemadaman maksimal di Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Dodi meminta agar diprioritaskan. Hal ini setelah ia meninjau langsung titik kebakaran bersama Dandim 0401 Muba Letkol Arm Saufudin Khoiruzzamani dan Kapolres AKBP Yudhi Markus Pinem.

Bahkan melihat musim kemarau ini, Dodi mengajak seluruh masyarakat dan santri melaksanakan salat istisqa minta hujan kepada Allah SWT. Salat akan digelar secara serentak.

"Jumat ini saya mengajak pada seluruh masyarakat dan kecamatan untuk salat minta hujan di wilayah masing-masing. Upaya ini dilakukan agar turun hujan di Musi Banyuasin," katanya.

Meskipun upaya maksimal tim Satgas Karhutla sudah dilakukan, Dodi kembali meminta maaf kepada masyarakat. Salah satunya untuk daerah terdampak kabut asap dalam beberapa pekan terakhir.



Lebih lanjut, Dodi mengaku menerbitkan peraturan melalui Peraturan Bupati yakni tentang Pembukaan Lahan Tanpa Bakar. Hal ini sebagai implementasi Permentan Nomor: 05/Permentan/Kb.410/1/201 tentang Pembukaan atau Pengolahan Lahan Perkebunan Tanpa Membakar.

"Saya meminta maaf, khususnya dengan warga Musi Banyuasin. Semoga ini tidak terulang lagi ke depannya," tegas Dodi. (ras/rvk)