KSAD Pastikan Karir Prajurit yang Dihukum karena Istri Tak Mati

Rolando F Sihombing - detikNews
Selasa, 15 Okt 2019 14:02 WIB
Jenderal Andika Perkasa (Tengah) (Foto: Rolando/detikcom)

Meski 6 anggota TNI AD itu dihukum atas perbuatan istrinya, Andika mengatakan mereka adalah prajurit-prajurit yang bagus. Ia menilai prajurit-prajurit tersebut masih bisa memperbaiki diri.

"Dan kami ingin di bawah kepemimpinan mereka kelak, maka AD menjadi organisasi yang lebih profesional. Jadi mekanismenya mekanisme intern, yang bisa menjatuhkan hukuman disiplin militer," sebut Andika.

Mantan Pangkostrad ini lalu kembali mengingatkan kepada para prajurit untuk bisa menjaga keluarganya. Andika menegaskan, sudah ada aturan dari pimpinan teratas TNI berjenjang hingga satuan-satuan di bawahnya agar prajurit TNI dan keluarga bijaksana dalam menggunakan media sosial. Ada larangan soal posting-an hingga komentar yang berbau hoax dan provokatif. Maka hukuman terhadap Kolonel Hendi Suhendi akibat ulah istrinya, kata Andika, memang sudah ada dasarnya.

"(Soal) keluarga seperti yang sudah saya bilang tadi sudah kita berkali-kali, dan setiap kali kita memberikan ke satuan bawah, itu memang karena ada insiden. Jadi bukan karena adanya iseng-iseng kita keluarkan perintah, tidak," katanya.


"Ada insiden yang melibatkan anggota maupun keluarganya juga itu yang digunakan sebagai dasar maka kita kembali mengeluarkan perintah mengingatkan lagi pastikan mereka juga menjaga keluarganya sehingga pada suatu saat pada akhirnya Agustus tahun lalu kita memerintahkan tindak tegas anggota maupun keluarganya. Karena kita tidak ingin AD dilihat dari luar sebagai atau memiliki penilaian yang tidak sejalan dengan nilai kami," imbuh Andika.

Jenderal bintang empat itu sekali lagi menegaskan tidak ada maksud dari TNI AD untuk merusak karir Kolonel Hendi maupun prajurit-prajurit lain yang dihukum akibat perbuatan istrinya. Ketika nantinya permasalahan ini sudah selesai dan prajurit-prajurit itu bisa memperbaiki diri, kata Andika, TNI AD akan kembali memberikan kesempatan.

"Ini bukan hukuman yang kemudian mematikan karir mereka, sama sekali tidak, karena bukan pidana jadi kita akan lihat perkembangannya kalau mereka ternyata menyadari kesalahan dan memperbaiki diri maka kita pasti akan berikan kesempatan lagi untuk karir selanjutnya dan sama peluangnya, nggak ada perbedaan dengan mereka yang belum pernah mendapatkan hukum disiplin militer," tegasnya.
Halaman

(elz/tor)