KSAD ke Prajurit dan Keluarga: Jangan Sebar Hoax-Provokasi!

KSAD ke Prajurit dan Keluarga: Jangan Sebar Hoax-Provokasi!

Rolando Fransiscus - detikNews
Selasa, 15 Okt 2019 13:34 WIB
KSAD Jenderal Andika Perkasa di Mabes TNI AD (Foto: Rolando/detikcom)
KSAD Jenderal Andika Perkasa di Mabes TNI AD (Foto: Rolando/detikcom)
Jakarta - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa mengingatkan para prajuritnya serta keluarga agar tidak menyebarkan berita bohong (hoax) hingga info provokatif. Ada sanksi tegas yang bakal diberi jika melanggar.

"Cara kami sebetulnya sudah dimulai sejak tahun lalu, secara spesifik kita beri perintah ke satuan bawah untuk tidak salah gunakan media sosial untuk tidak sebarkan info yang nggak benar, alias hoax. Tidak sebarkan info provokatif, pecah belah dan tidak menyebarkan info yang menumbuhkan kebencian," kata Andika di Mabes TNI AD, Jalan Veteran, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (15/10/2019).



Andika mengatakan TNI AD telah menyebut aturan untuk tertib di media sosial bagi para prajurit dan keluarganya sudah disampaikan sejak tahun lalu. Menurut Andika, bermedia sosal adalah hak setiap individu, namun harus ada batasannya.

"Dari tahun lalu bulan Juli, Agustus tahun lalu bukan kepada anggota, tapi kepada keluarganya, setiap kali kami keluarkan perintah karena ada insiden penyalahgunaan sosial media. Penyalahgunaan ini harus kita kontrol, karena memang satu hal yang tak bertanggung jawab, kami ini AD dan keluarganya punya rambu bermedia sosial, media sosial hak setiap orang tapi mereka harus tahu batas," ujar Andika.

Andika menilai informasi atau berita yang prajurit dan keluarganya sebarkan ke media sosial harus benar dan tidak menimbulkan kebencian. Andika mengatakan telah mengambil tindakan tegas kepada bawahanya yang menyalahgunakan medial sosial.

"Informasi yang mereka putuskan untuk mereka share itu harus informasi yang memang benar dan tadi, tidak timbulkan kebencian provokasi atau berita yang tidak benar. Setelah dua kali tahun lalu, tahun ini Januari, April dan setiap kali kita mengeluarkan perintah kepada satuan bawah itu karena ada insiden penyalahgunaan sosial media," sebutnya.

Dia menyebut dinas atau komando sudah berulang kali mengingatkan prajurit dan keluarganya agar tidak menyalahgunakan media sosial. Andika menyatakan pihaknya juga sudah berulang kali mengingatkan ada sanksi tegas bagi prajurit dan keluarganya jika melanggar aturan.

"Jadi kalau dilihat dari betapa seringnya dinas atau komando ini berusaha memperingatkan anggota dan keluarganya, ini terjadi kita ingatkan lagi, terjadi, kita ingatkan lagi, dan kita sudah perintahkan pada Agustus tahun lalu untuk setiap pemegang satuan setelah mengingatkan berkali-kali, menindak tegas anggota beserta keluarganya yang menyalahgunakan sosial media," tegas Andika.



Sebelumnya, ada sejumlah prajurit yang dijatuhi sanksi gara-gara postingan nyinyir istrinya terkait peristiwa penusukan Menko Polhukam Wiranto. Salah satunya adalah Kolonel Hendi Suhendi yang dicopot dari posisi Dandim Kendari gara-gara postingan istrinya, Irma Nasution, tentang Wiranto.

Postingan itu juga sudah diadukan ke Polda Sultra. Pihak kepolisian mengatakan sedang mempelajari pengaduan itu. Selain itu, ada 52 pengacara yang menyatakan siap membantu kasus hukum dihadapi oleh Irma Nasution.

"Saya cuma menyampaikan saja bahwa di dalam kuasa ini yang tergabung di kantor saya, Supriadi & co, kurang-lebih sekitar 52 orang pengacara. Jadi inisiatif saya sendiri dalam hal pendampingan istri beliau (Irma Nasution)," terangnya kepada sejumlah rekan media, Minggu (13/10). (haf/haf)