detikNews
Selasa 15 Oktober 2019, 09:04 WIB

Gerindra DKI Soroti Aspek Keselamatan Bus Zhongtong yang Bikin Ahok Kapok

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Gerindra DKI Soroti Aspek Keselamatan Bus Zhongtong yang Bikin Ahok Kapok Foto: Bus Zhongtong Mengaspal Lagi di Jakarta (Wilda/detikcom)
Jakarta - Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI menilai operasional bus buatan China, Zhongtong, sebaiknya tak dilanjutkan. F-Gerindra DKI meminta pihak TransJakarta memperhatikan aspek keselamatan bus tersebut.

"Saya pikir soal keselamatan ini terutama kan untuk pelayanan transportasi di Jakarta itu kan harus kita utamakan di keselamatan bagi penumpang. Kalau nanti terjadi lagi seperti itu ya kita nggak, ini harus ditinjau ulang kembali," kata anggota DPRD DKI F-Gerindra Abdul Ghoni kepada wartawan, Selasa (15/10/2019).


Jika nantinya bus Zhongtong tetap akan mengaspal di Jakarta, Ghoni mengatakan pihaknya akan memanggil Dirut TransJakarta untuk meminta keterangan. Karena menurut Ghoni, bus itu sudah sering kali bermasalah selama beroperasi.

"Justru itu kalau nanti dipaksakan untuk operasional, saya pikir itu Dirut TransJakarta itu DPRD bisa memanggil untuk dimintai keterangan. Karena kendaraan ini kan kendaraan yang sudah beberapa kali bermasalah di Jakarta yang sudah dipergunakan, dioperasionalkan oleh TransJakarta pada saat itu," ujar Ghoni.

Dihubungi terpisah, anggota DPRD DKI F-Gerindra, Syarif, mengatakan perlu kajian mendalam sebelum bus Zhongtong kembali mengaspal. Ia menyiggung kejadian terbakarnya bus Zhongtong saat beroperasi.

"Segera lakukan kajian sebelum dioperasikan. (Aspek keselamatan) itu penting, kan motto kita di jalan itu kan utamanya selamat sampai tujuan. Bukan cepat, bukan murah. Kemarin kebakaran kan membahayakan nyawa orang," ucap Syarif.


Sebelumnya, bus buatan China, Zhongtong, mengaspal lagi di Jakarta. PT TransJakarta mengatakan pengadaan bus itu didasari kontrak 2013 dan kini dioperasikan atas putusan Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI). Bus-bus tersebut bukan didatangkan pada tahun ini, melainkan telah tiba di Jakarta pada 2016.

"Yang jelas, pengoperasian bus ini adalah bentuk dari pelaksanaan kontrak tahun 2013. Oleh karena PPD tidak dapat menyerahkan bus pada waktu yang ditentukan, maka terjadi dispute tahun 2016 dan diselesaikan melalui BANI (Badan Arbitrase Nasional Indonesia)," kata Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas TransJakarta Nadia Diposanjoyo saat dimintai konfirmasi, Senin (13/10).

"Pada Juli 2018, BANI mengeluarkan putusan agar TransJakarta mengoperasikan 59 unit bus gandeng merek Zhongtong berdasarkan kontrak tahun 2013 dan tetap membayarkan penalti dari wanprestasinya," ucap Nadia.

Bus Zhongtong hadir bukan tanpa polemik. Bus merek tersebut pernah terbakar pada 8 Maret 2015 di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Akibatnya, PT Transjakarta menarik 30 armada Zhongtong di koridor 9 (Pinang Ranti-Pluit).

Deretan masalah yang mengiringi bus Zhongtong pernah membuat Ahok kapok. Saat menjabat sebagai Gubernur DKI, Ahok mengatakan produk Zhongtong itu tak jelas. Bahkan dia menyarankan mestinya yang dibeli adalah merek terkenal saja.

"Lo gila belum pernah denger motor merek Ahok tiba-tiba mau kamu beli. Harganya beda sedikit pula. Nah TransJakarta itu berani tuh beli itu. Nggak jelas. Saya baru denger nama Zhong Tong dulu kan, Wei Chai gitu lho. Kenapa gak beli Mercedes Benz gitu lho," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (4/8/2015).




Tonton juga video Sempat Dibuka, Skybridge Penghubung LRT-TransJ Velodrome Ditutup Lagi:


(azr/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com