Prabowo Gerilya, Demokrat Bisa Gigit Jari

Deden Gunawan, Ibad Durohman - detikNews
Selasa, 15 Okt 2019 07:31 WIB
Foto: Pertemuan Jokowi dan Prabowo di Istana (Biro Pers Setpres)
Foto: Pertemuan Jokowi dan Prabowo di Istana (Biro Pers Setpres)


Juru bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak kepada detikcom, mengatakan, pertemuan antara Prabowo dan ketua umum partai pendukung Jokowi hanya sekadar silaturahmi biasa.

"Pasca pilpres kita belum bersilaturahmi dengan partai-partai rival waktu pilpres dan pileg kemarin. Kalau dengan partai koalisi 02 kita kan sering berkomunikasi. Jadi beliau (Prabowo) ingin bertemu dan diskusi tentang Indonesia ke depan," ujar Dahnil.

Pertemuan Prabowo-Jokowi yang berlanjut dengan gerilya Prabowo ke sejumlah ketua umum partai pendukung Jokowi merupakan sinyal kuat akan bergabungnya Gerindra ke pemerintahan Jokowi mendatang.


"Perkiraan saya dalam pertemuan Jokowi dan Prabowo kemarin itu mungkin tersirat Pak Jokowi mengatakan 'silahkan bapak berkomunikasi dengan partai koalisi'. Jadi mungkin ada pembicaraan antara Pak Prabowo dan Pak Jokowi untuk membangun komunikasi dengan partai-partai koalisi," ujar Arya Fernandes, pengamat politik dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS).

Partai NasDem menurut Arya jadi sasaran pertama Prabowo dengan alasan sejak awal Surya Paloh tidak berkenan dengan pertemuan Prabowo dengan Jokowi dan Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri.

"Nah kemudian tahap kedua komunikasi akan dilakukan dengan partai-partai lainnya. Rencana pertemuan antara Prabowo dengan Airlangga dan Muhaimin sebagai sebuah cara untuk mendapatkan dukungan," kata Arya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5