Situasi Keamanan Jelang Pelantikan Presiden Dinilai Terkendali

Pasti Liberti Mappapa, Ibad Durohman - detikNews
Selasa, 15 Okt 2019 06:05 WIB
Foto: Jokowi-Ma'ruf (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)


Sementara kelompok seperti yang melakukan penyerangan pada Wiranto, ujar Stanislau juga punya potensi untuk mengacaukan. Hanya saja selama ini grup tersebut melakukan aksi secara sporadis. Kelompok itu akan sulit melakukan aksi di tengah ketatnya sistem keamanan pelantikan presiden.

"Jadi kalau dilihat dari situasi saat ini yang mungkin akan menimbulkan gangguan keamanan atau menimbulkan tensi sedikit panas itu mungkin hanya demo mahasiswa," ujar lulusan Kajian Stratejik Intelijen Universitas Indonesia, Jakarta itu.

Seperti diketahui, beredar isu terutama terkait rencana unjuk rasa mahasiswa menjelang dan pada saat pelantikan tersebut. Rencana unjuk rasa kelompok mahasiswa itu menggunakan isu penolakan Undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Usai bertemu Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, Kamis (3/10/2019) lalu mahasiswa memberikan tenggat penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti UU KPK hingga 14 Oktober 2019. Mahasiswa mengancam kembali turun ke jalan dengan jumlah massa yang lebih besar jika Perppu tersebut tak dikeluarkan hingga tenggat yang ditentukan.

Aksi demonstrasi mahasiswa itu menurut Stanislau sebenarnya lebih cenderung untuk menunjukkan eksistensi. Tak ditujukan untuk mengganggu jalannya pelantikan yang direncanakan digelar di Gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Senayan, Jakarta.

"Mahasiswa kelompok yang cerdas dan tahu hukum. Nah, overall dari fakta-fakta itu pelantikan nanti relatif aman dan terkendali. Tidak akan ada gangguan yang bisa mengganggu pelantikan," katanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4