detikNews
Senin 14 Oktober 2019, 21:31 WIB

Pemkot Semarang dan UIN Walisongo Bangun Sinergi untuk Pembangunan

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Pemkot Semarang dan UIN Walisongo Bangun Sinergi untuk Pembangunan Foto: Dok. Pemkot Semarang
Jakarta - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi membangun sinergitas pembangunan Kota Semarang dengan berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi. Hendi, sapaan akrabnya, baru saja melakukan komunikasi dengan Rektor UIN Walisongo, Imam Taufiq beserta para pejabat UIN Walisongo yang baru saja dilantik untuk periode 2019-2023.

Di hadapan jajaran rektorat, Hendi menyambut baik forum komunikasi antara Pemerintah Kota Semarang dan UIN ini. Baginya, komunikasi yang terbangun baik ini akan memberikan optimisme akan baiknya pula sinergitas dalam pembangunan Kota Semarang yang lebih hebat.

Rektor beserta jajaran yang banyak didominasi usia muda, lanjut Hendi, memberikan nuansa segar, muda dan harapannya dapat membawa UIN semakin go international serta menghasilkan kalangan akademisi unggul dengan akhlak kuat.


"Anak muda generasi milenial memiliki jaman yang berbeda dengan berbagai fasilitas, hingga dikatakan dapat saja mengakses berbagai belahan dunia misalkan Amerika hanya dalam 1 detik atau 1 klik saja'' ungkap Hendi dalam keterangan tertulis, Selasa (14/10/2019).

Hal ini, lanjutnya, memiliki dua sisi positif dan negatif. Akan positif dan memberikan dukungan percepatan jika mengakses hal-hal yang positif pula. Namun akan menjadi tidak baik jika yang dipakai acuan adalah hal-hal yang tidak benar, hoax dan rekayasa media sosial.

"Sumber yang keliru dan melewati kanal digital yang panjang, seringnya diyakini sebagai suatu kebenaran," urai Hendi.


Ia menegaskan bahwa poin ini tak bisa dianggap sepele, karena justru menjadi celah masuknya paham radikalisme dan anti Pancasila. Isu agama, menurut Hendi, menjadi isu yang paling sering diangkat sebagai bahan untuk disandingkan untuk menggeser Pancasila.

Lantaran itu, saat ini yang diperlukan adalah pemahaman agar generasi muda tidak melangkah dan bertindak dengan database ataupun dasar yang keliru.

"Untuk itu, akademisi termasuk UIN Walisongo diharapkan untuk ikut memberikan pengarahan dan pendampingan agar para mahasiswa dapat melihat hal yang sebenarnya dan tidak salah persepsi," arahnya.
(prf/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com