detikNews
2019/10/14 20:05:49 WIB

Round-Up

Prabowo-Paloh Capai Kesepakatan, Demokrat Lempar Serangan

Tim Detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Prabowo-Paloh Capai Kesepakatan, Demokrat Lempar Serangan Foto: Prabowo dan Surya Paloh (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj)
Jakarta - Manisnya hubungan antara Ketum Gerindra Prabowo Subianto dengan Ketum NasDem Surya Paloh tampaknya tak dapat lampu hijau dari Partai Demokrat. Partai pimpinan Ketum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu mengkritik kesepakatan kedua tokoh itu yang setuju amandemen UUD 1945 dilakukan secara menyeluruh.

Kesepakatan yang dimaksud diputuskan usai pertemuan Prabowo dan Paloh pada Minggu (13/10) malam. Adapun bunyi kesepakatan untuk poin amandemen UUD 1945 itu adalah sebagai berikut:

"Kedua pemimpin partai politik sepakat bahwa amandemen undang-undang dasar 1945 sebaiknya bersifat menyeluruh yang menyangkut kebutuhan tata kelola negara sehubungan dengan tantangan kekinian dan masa depan kehidupan berbangsa yang lebih baik."


Demokrat menanggapi kesepakatan Prabowo-Paloh. Wasekjen Demokrat Andi Arief mengungkap ketidaksetujuan soal kesepakatan tersebut dan menilai Prabowo-Paloh pragmatis.

"Semoga kekhawatiran saya soal cita-cita Prabowo menghidupkan demokrasi terpimpin tidak terjadi. Saya betul-betul khawatir, apalagi beliau sering pragmatis seperti Surya Paloh," kata Andi Arief kepada wartawan, Senin (14/10/2019).

Di Twitter-nya, Andi Arief mem-posting informasi soal Paloh dan Prabowo yang dalam pertemuannya sepakat amandemen UUD 1945 secara menyeluruh. Andi Arief pun lalu membawa-bawa nama Presiden Joko Widodo.

"Mudah-mudahan Pak Jokowi bisa menyelamatkan jalan demokrasi yang benar menghadapi rencana demokrasi terpimpin ala Pak Prabowo, Surya Paloh, dan beberapa kekuatan politik lainnya. Mereka menikmati demokrasi untuk memundurkannya," tuturnya.

"Mereka tidak akan timbul-tenggelam bersama rakyat, mereka timbul-tenggelam dengan cita-cita kediktatoran," imbuh Andi Arief.

Prabowo-Paloh Capai Kesepakatan, Demokrat Lempar SeranganFoto: Johnny G Plate. (Tsarina Maharani-detikcom).

Tak terima, NasDem membela ketumnya. Sekjen NasDem Johnny G Plate menuding Andi Arief tengah berhalusinasi.

"Indikasi Andi Arief atau halusinasi Andi Arief. Ngarang aja," kata Johnny menanggapi tudingan Andi Arief soal Paloh.

Johnny pun lalu menjelaskan alasan mengapa ketumnya setuju dengan amandemen UUD 1945 secara menyeluruh. Ia juga menyebut sang ketum tak akan mempersoalkan dituding sebagai pragmatis.

"Amandemen UUD 45 harus bersifat menyeluruh dan melalui kajian yang komprehensif dan mendalam; bukan sepotong sepotong. Atau bukan sepenggal sepenggal," sebut Johnny.

"Mengurus negara secara sungguh sungguh tidak perlu takut jika dianggap pragmatis. Karena bukan pragmatis untuk kepentingan partai atau golongan tetapi jelas keberpihakannya pada kepentingan tata kelola negara yang baik," imbuh anggota DPR ini.


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com