Ini Aturan yang Nyatakan Kegiatan Pribadi Istri Tak Lepas dari Kehidupan TNI

Elza Astari Retaduari - detikNews
Senin, 14 Okt 2019 17:42 WIB
Irma Nasution, istri Kolonel Hendi Suhendi (Antara Foto/Jojon)


Larangan keluarga tentara membuat ujaran kebencian itu juga disebut sudah ada aturan di tingkat Kodam Hasanuddin. Aturan tersebut terdapat dalam surat telegram yang disampaikannya.

"Sudah ada, bahkan saya pun sudah sampaikan di STR saya, perintah saya itu STR No 9, kemudian tanggal 9 Januari 2019 ada di poin 2. Itu saya perintahkan juga termasuk keluarganya supaya diingatkan untuk tidak membuat yang hoax, membuat provokatif, dan lainnya. Sekali lagi, itulah yang saya lakukan. Sekali lagi, kita antisipasi dan mudah-mudahan ini terakhir kalinya untuk anak buah saya dan khususnya di Kodam XIV Hasanuddin untuk dijadikan pelajaran semua. Jangan ada lagi yang serupa dengan ini," ucapnya.

Terlepas dari itu, ada aturan mengikat dari seorang prajurit TNI AD terkait hal ini. Meski berstatus sipil, anggota Persit (Persatuan Istri Prajurit) diharuskan bersikap bijaksana karena istri seorang prajurit tidak dapat dipisahkan dari TNI AD.


Aturan tersebut tertuang dalam pembukaan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga atau AD/ART Persit Kartika Chandra Kirana. Berikut bunyinya:

Istri prajurit TNI Angkatan Darat mutlak tidak dapat dipisahkan dari TNI Angkatan Darat, baik dalam melaksanakan tugas organisasi maupun dalam kehidupan pribadi. Oleh karena itu istri prajurit TNI Angkatan Darat harus membantu TNI Angkatan Darat dalam menyukseskan tugasnya baik sebagai kekuatan pertahanan keamanan maupun sebagai komponen pembangunan bangsa untuk mencapai cita-cita bangsa Indonesia.

Jika sang suami dicopot dari jabatan hingga dihukum penjara, Irma Nasution kini dilaporkan ke polisi. Irma dilaporkan karena dianggap telah melanggar UU ITE.

"Sesuai arahan KSAD, memang harus diserahkan ke kepolisian. Kita mengikuti aturan yang berlaku, berdasarkan UU," kata Danrem 143/Halu Oleo, Kendari, Kolonel Inf Yustinus Nono Yulianto, saat dihubungi wartawan, Senin (14/10/2019).

Soal postingan yang dipersoalkan itu, pengacara Irma Nasution, Supriadi menegaskan status nyinyir yang ditulis Irma hingga viral di media sosial itu tidak terkait dengan penusukan Wiranto. Posting-an status itu tak menyebut nama Wiranto sama sekali.

"Kalau saya kan dari posting-an itu ada jawaban, ada komen lantas di-posting itu juga dijawab bahwa tidak ada niatan untuk menyinyir atau seperti apa dan ataukah memang tidak menjurus ke situ (Wiranto) ia semata-mata curhatan pribadi saja tapi tidak menuju kepada Pak Wiranto," terang Supriadi, Minggu (13/10).
Halaman

(elz/fjp)