detikNews
2019/10/14 16:46:58 WIB

ICW Bicara PR Besar Periode 2 Jokowi: Singgung Nawacita hingga UU KPK Baru

Rolando - detikNews
Halaman 1 dari 2
ICW Bicara PR Besar Periode 2 Jokowi: Singgung Nawacita hingga UU KPK Baru Acara Diskusi 'Habis Gelap Terbitlah Kelam' (Rolando/detikcom)
Jakarta - Indonesia Corruption Watch (ICW) memprediksi sejumlah PR besar kepemimpinan Jokowi periode kedua. ICW menilai ada sejumlah persoalan yang bakal dihadapi pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin 5 tahun ke depan.

Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW, Donal Fariz, kemudian menyinggung soal sejarah pemimpin dua periode. Menurut Donal, ada kecenderungan di periode kedua seorang pemimpin negara di RI akan mengalami turbulensi.

"Bicara pemerintahan ke depan Jokowi-Ma'ruf, kami memulai dengan hipotesis bahwa pemerintahan ke depan akan menghadapi persoalan yang jauh lebih banyak dari problem pemerintahan. Pertama, kita bisa lihat dari sejarah terlebih dahulu bahwa acap kali presiden yang memimpin di periode kedua itu gagal atau paling tidak menghadapi turbulensi yang besar. The curse of second period," kata Donal, dalam acara diskusi 'Habis Gelap Terbitlah Kelam', di Upnormal Coffee, Jalan KH Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (14/10/2019).


Donal kemudian mencontohkan masa kepimpinan dua periode Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menurut Donal, ketika itu SBY dibayangi banyak kasus korupsi.

"Itu dialami SBY, hampir 5 tahun pemerintahan SBY kedua di bayang-bayangi kasus Century, Hambalang, dan korupsi kader Partai Demokrat, agenda pemerintahan nggak jalan. Bahkan ada offside di ujung pemerintahan periode kedua, yaitu mengubah desain pemilihan kepala daerah dari langsung jadi tidak langsung. Akhirnya kalang kabut dan keluar perppu," ujar Donal.

Donal menilai banyak PR yang akan dihadapi Jokowi di periode kedua, terutama di sektor hukum. Dia juga menyinggung Nawacita Jokowi yang menurutnya belum tuntas.

"Berkaca dari banyaknya pekerjaan rumah yang tak tuntas di periode pertama, kami prediksi Jokowi juga akan menghadapi persoalan yang sama di sektor politik dan hukum. Periode pertama, Nawacita agendanya tidak dituntaskan. Ironisnya, Jokowi tidak lagi bicara Nawacita di periode kedua," sebutnya.


"Pidato di Sentul seolah-olah meninggalkan Nawacita dari agendanya. Tiba-tiba presiden dalam pidatonya tidak bicara bagaimana Nawacita pertama, apa capaian dan apa yang akan dilanjutkan di periode kedua. Tidak pernah disentuh oleh Jokowi," sambung Donal.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com