Sakit Hati Dewa Gara-gara Posting Medsos hingga Menyerang Pakai Busur Panah

Sakit Hati Dewa Gara-gara Posting Medsos hingga Menyerang Pakai Busur Panah

Hermawan Mappiwali - detikNews
Senin, 14 Okt 2019 15:09 WIB
Kapolretabes Makassar, Kombes Wahyu Dwi Ariwibowo saat rilis kasus penyerangan pemuda di Rappocini, Makassar, Senin (14/10/2019) Foto: Hermawan M-detikcom
Kapolretabes Makassar, Kombes Wahyu Dwi Ariwibowo saat rilis kasus penyerangan pemuda di Rappocini, Makassar, Senin (14/10/2019) Foto: Hermawan M-detikcom
Makassar - Urusan posting-an di media sosial bisa meletup amarah seseorang. Peristiwa ini dialami Dewa, pemuda Makassar yang melakukan penyerangan dengan busur panah karena tak terima adik perempuannya diejek di medsos.

Dewa marah saat melihat postingan Dandi yang mengeluarkan kata-kata kasar terhadap adik perempuannya. Penyerangan pun direncanakan, tapi yang jadi korban ternyata salah sasaran.

"Sakit hati ka' dia (Dandi) katai (mengeluarkan makian kepada) adekku di Facebook. Mereka memang mantanan (mantan kekasih), tapi saya kubilang, kalau sudah mantanan tidak usah lagi kasih begitu di medsos," ujar Dewa (19) saat rilis pengungkapan kasus penyerangan di Mapolrestabes Makassar, Jl Ahmad Yani, Senin (14/10/2019).




Karena sakit hati, Dewa mengajak enam temannya melakukan penyerangan ke Dandi. Penyerangan terjadi di Jalan Sultan Alauddin, Rapoocini, Makassar, pada Minggu (13/10) malam.

Saat itu Dandi tidak seorang diri. Dandi sedang kumpul bersama 3 orang rekannya, termasuk Syahwan yang jadi korban penyerangan busur panah hingga tewas.

"Jadi itu makian saja, yang disampaikan kepada adik salah satu pelaku, jadi pelaku dendam," ujar Kapolretabes Makassar, Kombes Wahyu Dwi Ariwibowo.




Para pelaku penyerangan disangka melakukan pembunuhan berencana yakni Pasal 340 juncto Pasal 170 ayat 2 juncto Pasal 351 ayat 3 KUHP.

"Karena memang dipersiapkan dari rumah, membawa busur, makanya kami terapkan Pasal 340 (KUHP) ancaman penjara seumur hidup," kata Wahyu.



Tonton juga video Istana Bantah Tudingan Pelihara Buzzer Politik di Media Sosial:

[Gambas:Video 20detik]



(fdn/fdn)