detikNews
2019/10/14 14:33:33 WIB

Melawan KPK, Tersangka Korupsi Rp 3,6 M Ajukan Praperadilan

Yulida Medistiara - detikNews
Halaman 1 dari 2
Melawan KPK, Tersangka Korupsi Rp 3,6 M Ajukan Praperadilan Suasana sidang praperadilan di PN Jaksel (Foto: Yulida Medistiara/detikcom)
Jakarta - Djoko Saputro tidak terima dengan status tersangka yang disandangnya dari KPK. Mantan Direktur Utama Perum Jasa Tirta II itu pun mengajukan praperadilan meminta status tersangkanya dibatalkan.

"Kami menganggap bahwa penetapan tersangka Pak Djoko tidak sesuai prosedur dan salah secara hukum," ujar Hasbullah sebagai kuasa hukum Djoko di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Senin (14/10/2019).

"Karena perkara ini sebetulnya sudah ditangani Polres Purwakarta dan Kejagung tapi tanpa melalui mekanisme supervisi, KPK langsung mengambil alih," imbuhnya.



Persidangan perdana praperadilan ini digelar pada hari ini tetapi permohonannya dianggap dibacakan sehingga tidak didengarkan secara langsung dalam sidang. Dicek dari situs PN Jaksel, permohonan praperadilan itu diajukan Djoko lantaran merasa KPK tidak memiliki minimal 2 alat bukti yang sah untuk menetapkan dirinya sebagai tersangka.

"Menyatakan batal dan tidak memiliki kekuatan hukum Surat Perintah Penyidikan Nomor: Sprin.Dik/172/DIK.00/01/11/2018, tertanggal 28 November 2018 yang menetapkan pemohon Ir Djoko Saputro sebagai tersangka terkait dugaan tindak pidana korupsi pengadaan pekerjaan jasa konsultasi di Perum Jasa Tirta II tahun anggaran 2017 selaku Direktur Utama Perum Jasa Tirta II sebagaimana dimaksud Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo. Pasal 64 KUHP," demikian dilansir dari situs PN Jaksel.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com