detikNews
2019/10/14 10:47:24 WIB

Copot Jabatan Perwira Gegara Istri Nyinyir, TNI Dikritik

Danu Damarjati - detikNews
Halaman 1 dari 2
Copot Jabatan Perwira Gegara Istri Nyinyir, TNI Dikritik Ilustrasi upacara pencopotan Kolonel Hendi Suhendi dari jabatan Komandan Kodim Kendari. (Antara Foto/Jojon)
Jakarta - Kolonel Hendi Suhendi dicopot dari jabatan Komandan Kodim Kendari karena istrinya nyinyir di media sosial. Ternyata, setelah itu, bermunculan kasus istri TNI yang nyinyir di medsos. TNI diharapkan tak lagi serta-merta mencopot jabatan anggota TNI yang beristri nyinyir.

"Permasalahan yang dialami istri prajurit sebaiknya tidak berdampak pada penghukuman maupun pencopotan sang suami dari jabatanya," kata pengamat militer sekaligus Direktur Imparsial, Al Araf, kepada wartawan, Senin (14/10/2019).


Menurutnya, bila istri melakukan pelanggaran, bahkan bila itu tindak pidana, pertanggungjawaban atas pelanggaran itu dilakukan secara individual oleh istri tersebut, bukan suaminya.

"Lebih lanjut, para istri yang dianggap bermasalah menggunakan media sosial sebaiknya ditegur dan dibina oleh organisasi persatuan istri tentara atau pimpinan TNI via suaminya," kata Al Araf.


Status medsos istri tentara yang nyinyir itu terkait dengna peristiwa penusukan teroris terhadap Menko Polhukam Wiranto. Konsekuensi gara-gara nyinyiran istri di medsos diterima oleh Serda J, ditahan kesatuannya selama 14 hari di Markas Denkavkud, Bandung, terhitung sejak Sabtu (12/10). Sanksi tersebut tergolong ringan dalam hukum militer.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com