Dihukum Mati, Ini Jejak JAD Suherman Teroris Tol Pejagan yang Tembak 2 Polisi

Dihukum Mati, Ini Jejak JAD Suherman Teroris Tol Pejagan yang Tembak 2 Polisi

Andi Saputra - detikNews
Senin, 14 Okt 2019 08:09 WIB
Densus 88 memburu teroris (dok.detikcom)
Densus 88 memburu teroris (dok.detikcom)
Jakarta - Anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD), Suherman dkk menyerang polisi di daerah Pantura. Dua di antaranya ditembak dan satu di diantaranya meninggal dunia. Suherman yang memiliki nama alias s Herman alias Eman alias Abu Zahra akhirnya dihukum mati.

Berikut kronologi kasus Suherman dkk yang dirangkum detikcom, Senin (14/10/2019):

11 Juni 2018

Suherman bersama 7 temannya melakukan penyerangan di Jalan Pantura, Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jateng. Di lokasi ini, anggota Polsek Bulakamba jadi korban.

20 Agustus 2018

Komplotan itu menyerang Personel Sabhara Polsek Cirebon Kota, Brigadir Angga. Suherman dkk bahkan merampas senjata api (senpi) milik Angga. Selain itu, Angga mengalami luka berat setelah diserang.

"Untuk Angga karena luka berat masih dirawat. Pergelangan tangannya masih ada luka menganga dan patah tulang," kata Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko.

24 September 2018

Komplotan itu menyerang dua anggota PJR yakni Ipda Dodon dan Aiptu Widi. Keduanya ditembak Suherman dkk. Aiptu Dodon meninggal dunia.

"Ada tujuh luka tembak yang ditemukan di tubuh anak saya. Tembakan ada di bagian dada, mulut, bahu kanan, dan tembakan tujuh itu ke punggung. Katanya pertama kali itu (tembakan) kena mulutnya (Dodon). Setelah mulut, di dada, bahu kanan, dan punggung," kata ayah Dodon, Saeful M Kardila.
Selanjutnya
Halaman
1 2