Tersangka Teroris Tambun dari Khilafatul Muslimin, Kelompok Apa Itu?

Tersangka Teroris Tambun dari Khilafatul Muslimin, Kelompok Apa Itu?

Danu Damarjati - detikNews
Senin, 14 Okt 2019 06:48 WIB
Foto: Penggeledahan rumah NAS, tersangka teroris, di Tambun, Kabupaten Bekasi (ANTARA FOTO/Arisanto)
Foto: Penggeledahan rumah NAS, tersangka teroris, di Tambun, Kabupaten Bekasi (ANTARA FOTO/Arisanto)
Jakarta - Polisi menyatakan tersangka teroris berinisial NAS yang ditangkap di Tambun adalah bagian kelompok Khilafatul Muslimin. Kelompok itu disebut-sebut didirikan oleh narapidana terorisme terkait pengeboman Borobudur.

Dalam laporan International Crisis Group (ICG) berjudul 'Al Qaeda in Southeast Asia: The Case of The Ngruki Networks in Indonesia', terbitan 2002, ada keterangan mengenai sosok Abdul Qadir Baraja. Baraja adalah pendiri Khilafatul Muslimin.



Peristiwa terorisme pemboman Candi Borobudur terjadi pada 21 Januari 1985. Sembilan stupa yang baru direstorasi rusak. Di antara tujuh orang yang ditangkap aparat terkait pemboman itu, salah satunya adalah Baraja.

"Seorang penjual baju dan penceramah keliling, Abdul Qadir Baraja," tulis laporan itu.



Baraja berasal dari Sumbawa. Sebelum ditangkap terkait bom Borobudur, Baraja juga pernah dicokok aparat tahun 1979 terkait peristiwa perampokan dan pembunuhan yang dilakukan jaringan Warman. Tiga tahun dipenjara, dia kemudian keluar dan pergi ke Telukbetung, Lampung.

Dia ditangkap aparat di lokasi itu pada Mei 1985 karena diduga terkait bom Borobudur. Selanjutnya, dia dipenjara selama 13 tahun. Dia didakwa menyediakan bahan peledak untuk bom Borobudur.

"Dia selalu membantah bahwa dia tahu bahan peledak yang dia beli akan dipakai untuk aksi teror (bom Borobudur -red)," kata Direktur Institute of Policy Analysis of Conflict (IPAC), Sydney Jones, kepada wartawan, Senin (14/10/2019).



Dijelaskan Jones, Baraja adalah ustaz radikal yang dulu dekat dengan Abu Bakar Ba'asyir. Dilansir dari situs Khilafatul Muslimin, Baraja menggagas kelompok ini pada 18 Juli 1997.

"Khalifatul Muslimin (KM) adalah gerakan non-kekerasan yang ingin membangun kembali khilafah, tapi dengan visi yang lebih mirip Kartosoewirjo daripada ISIS," kata Jones.

Apakah KM terkait Jamaah Ansharut Daulah (JAD)? "Setahu saya belum ada keterkaitan, walaupun bisa saja ada mantan anggota KM yang menyeberang ke JAD. Tapi KM memang non-violent," tutur Jones.

Sebelumnya, Minggu (13/10) kemarin, Densus 88 Antiteror menggeledah kontrakan terseangka teroris berinisial NAS di Tambun, Kabupaten Bekasi. Polisi menyebut NAS adalah bagian dari Khilafatul Muslimin. Di situ ditemukan satu kardus berisi data Khilafatul Muslimin dan satu logo bordir Khilafatul Muslimin.




"Tersangka merupakan bagian dari Khilafatul Muslimin," kata Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Candra Kusuma kepada wartawan, Minggu (13/10) kemarin.


Simak Video "Densus 88 Antiteror Tangkap Terduga Teoris di Cirebon"

[Gambas:Video 20detik]

(dnu/fai)