detikNews
2019/10/14 05:53:57 WIB

Kisah Sahabat Nabi: Adzan Terakhir Bilal yang Menggetarkan Madinah

Abdul Jalil - detikNews
Halaman 1 dari 3
Kisah Sahabat Nabi: Adzan Terakhir Bilal yang Menggetarkan Madinah Adzan yang menggetarkan Madinah (Ilustrasi: Denny Putra/detikcom)
Jakarta -

Kisah sahabat nabi kali ini akan menceritakan adzan terakhir Bilal bin Rabbah yang menggetarkan Madinah. Sepeninggal Rasulullah, Bilal sang Muadzin Rasul meninggalkan Madinah. Rindu akan Rasulullah, penduduk Madinah meminta Bilal kembali dan mengumandangkan adzan. Seperti apa kisah sahabat nabi ini?

Mata pria berkulit hitam, legam dan kekar itu berkaca-kaca. Air mata deras menetes di pipinya. Dengan suara lirih dia berkata, "Aku tak bisa, Umar. Aku tak akan mampu melakukannya lagi."

Pria itu, Bilal bin Rabbah sang Muadzin Rasul menatap lawan bicaranya yang tak lain adalah Khalifah kedua pengganti Rasulullah SAW setelah Abu Bakar As Siddiq, Umar bin Khatab. Sang Khalifah sengaja menemui Bilal yang saat itu sudah meninggalkan Madinah dan menetap di Syam, kini Suriah.



Kisah sahabat nabi, kedatangan Umar adalah menyampaikan keinginan penduduk Madinah agar Bilal mau mengumandangkan adzan lagi. Ini untuk mengobati kerinduan penduduk Madinah atas Rasulullah SAW.

Sekali lagi Bilal berkata lirih,"aku tak akan sanggup Umar." Air mata kian deras mengalir di pipinya. Sesekali, Bilal memejamkan mata. Dia tarik napasnya dalam-dalam.



Umar terus membujuk Bilal. "Tapi, ummat muslim di Madinah sedang membutuhkanmu, Bilal. Mereka ingin mendengarkanmu mengumandangkan adzan. Mereka rindu suaramu. Mereka rindu lantunan adzanmu, wahai muadzin Rasulullah!" kata Umar seperti dikutip dari Islami.co.

Kisah sahabat nabi, Mata Bilal kian berkaca-kaca. Dia menangkap harapan Umar yang begitu besar agar dia mau mengumandangkan adzan lagi di Madinah. Apalagi Umar sampai menempuh jarak yang begitu jauh dari Madinah ke Suriah.


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com